Negara-Negara Arab Kecam Israel karena Menghancurkan Desa di Tepi Barat Palestina

Pasukan Israel menembakkan gas air mata saat warga Palestina melakukan protes permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat dan Lembah Yordan di Desa Al-Shamalyeh, Jum'at (17/7). Agensi Anadolu/Nedal Eshtayah

Indonesiainside.id, Ramalla – Palestina, Liga Arab, Qatar, dan Yordania mengutuk keras penghancuran Israel atas sebuah desa di Tepi Barat, Palestina. Sabtu (7/11). Pasukan Israel menggerebek sebuah desa di Tepi Barat yang diduduki Selasa lalu dan menghancurkan 11 rumah milik 23 keluarga.

Agresi Israel baru-baru ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap aturan hukum internasional dan perjanjian internasional. Demikian pernyataan Duta Besar Saeed Abu Ali, asisten sekretaris jenderal Liga Arab untuk Palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki, kepada kantor berita Palestina WAFA.

“Komunitas internasional harus menghadapi agresi Israel yang terus menerus dan meningkat yang tidak hanya menargetkan rakyat Palestina dan hak-hak mereka, tetapi juga melanggar keinginan komunitas internasional, piagam, dan hukumnya,” katanya, dilansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan pembongkaran itu adalah “tindakan ilegal yang bertujuan untuk menggusur warga Palestina dan menghancurkan tanah mereka yang merupakan pelanggaran berat terhadap perjanjian internasional.”

Kementerian menekankan perlunya komunitas internasional untuk bergerak cepat melindungi rakyat Palestina dari bahaya pemindahan paksa dan pemindahan massal, dan meminta pertanggungjawaban pendudukan atas pelanggaran berat ini.

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam pembongkaran Israel sebagai tindakan pembersihan etnis dan kejahatan untuk memperluas proyek kolonialnya. Kementerian mendesak Pengadilan Kriminal Internasional untuk memulai penyelidikan terhadap Israel dan meminta pertanggungjawaban atas kejahatannya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here