Puluhan Santri dan Pengurus Pesantren Dievakuasi ke RS karena Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Garut – Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah mengevakuasi 38 santri dan pengurus Pondok Pesantren Zawiyah di Kecamatan Samarang yang dikonfirmasi positif Covid-19 ke rumah sakit untuk menjalani karantina.

“Ada 38 orang, semuanya dibawa ke rumah sakit, ke Medina. Kondisinya sehat, OTG (orang tanpa gejala),” kata anggota Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Neneng Martiana di Posko Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) Pondok Pesantren Zawiyah, Garut, Ahad(8/11).

Penularan virus corona penyebab Covid-19 di Pondok Pesantren Zawiyah, menurut dia, terdeteksi dari pemeriksaan terhadap 73 santri dan pengurus pesantren yang hasilnya menunjukkan ada 38 santri dan pengurus pesantren yang terserang virus corona.

Setelah penularan virus corona tipe SARS-CoV-2 terdeteksi di pondok pesantren tersebut pada Sabtu (7/11) petang, Neneng mengatakan, Gugus Tugas tingkat kecamatan membuat posko untuk menerapkan PSBM di lingkungan pesantren tersebut.

“Jadi kami buat posko di sini untuk membatasi interaksi orang, tidak boleh ada yang masuk ke pesantren, kita jaga ketat,” kata Camat Samarang itu.

Menurut dia, santri dan pengurus pondok pesantren yang tidak tertular Covid-19 masih melakukan aktivitas sebagaimana biasa dengan pengawasan dari Gugus Tugas.

“Kondisinya sehat semua, tadi pagi semua kita edukasi, diajak olahraga agar mereka imunnya naik,” kata Neneng.

Ia menambahkan bahwa bantuan pangan dan masker dari warga dan organisasi sudah mengalir ke pesantren.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here