Tolak Kekalahan, Donald Trump: Pemilu Masih Jauh dari Selesai

Pendukung Presiden AS Donald Trump terlihat di tempat penghitungan suara di Philadelphia, Pennsylvania pada 6 November 2020. (Tayfun Co┼čkun - Anadolu Agency)

Indonesiainside.id, Washington – Presiden yang juga petahana Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, masih menolak kemenangan yang diklaim rival politiknya, Joe Biden. Selain tetap akan melanjutkan gugatan hukumnya terkait penghitungan suara hasil Pemilu, Trump juga menganggap Pilpres AS belum selesai.

Dia bersumpah bahwa pemilu masih jauh dari selesai. Menurut dia, kata suara sah putuskan siapa presiden sebenarnya, bukan kata media massa atau berita.

Sebelumnya, kandidat Presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, memenangkan negara bagian Pennsylvania yang penting, dan dengan itu melampaui 270 delegasi Electoral College yang diperlukan untuk mengklaim Gedung Putih, menurut The Associated Press dan organisasi berita lainnya.

Biden sekarang berdiri di 284 delegasi, bahkan ketika negara bagian Georgia, North Carolina, Nevada, dan Alaska tetap menonjol beberapa hari setelah pemilihan presiden Selasa. Biden mengalahkan petahana Donald Trump, Sabtu (7/11).

Joe Biden belum disertifikasi sebagai pemenang di negara bagian mana pun, apalagi negara bagian yang sangat diperebutkan menuju penghitungan ulang wajib, atau negara bagian di mana kampanye kami memiliki tantangan hukum yang sah dan sah,” kata presiden yang keluar. “Suara hukum menentukan siapa presiden, bukan media berita.”

Trump mengatakan timnya akan memulai gugatan hukum pada hari Senin, tetapi dia tidak merinci di negara bagian mana tuntutan hukum tersebut akan dilanjutkan. Selanjutnya, Trump dipastikan akan meninggalkan kantor di tengah pandemi Covid-19 yang memburuk dengan AS melaporkan lebih dari 100.000 kasus setiap hari sejak Rabu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here