Mahfud MD: Kalau Ada yang Buat Keributan dan Rusuh, Bukan Pengikut Habib Rizieq

Front Pembela Islam (FPI) membentuk brikade di depan barisan aksi yang membatasi massa dengan polisi di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jum'at (21/2). Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah meminta aparat tidak berlebihan dalam merespons kepulangan Ketua FPI Rizieq Shihab ke Indonesia pada Selasa (10/11).

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta agar aparat tidak represif saat mengamankan acara penyambutan karena kembalinya RIzieq Shihab ke Indonesia merupakan hal biasa.

Namun, dia meminta agar adanya peningkatan keamanan menyusul kemungkinan banyaknya pengikut Ketua FPI tersebut yang akan menjemput.

“Semuanya harus dikawal dengan baik, sampai Habib Rizieq tiba di kediamannya dengan baik dan selamat,” jelas Mahfud melalui pernyataan resminya pada Senin.

Dia pun memastikan Rizieq Shihab mempunyai hak dan kewajiban hukum yang sama seperti warga negara lainnya, sehingga kepulangan tersebut adalah hak yang harus dilindungi.

“Karena dulu juga waktu pergi, kita berikan haknya untuk pergi bukan karena kita minta untuk pergi. Sekarang mau pulang kita berikan haknya untuk pulang, karena dia adalah warga negara yang hak-haknya harus dilindungi,” jelas dia.

Dia mengingatkan para pengikutnya untuk tertib dan damai seperti yang selama ini dianjurkan Ketua FPI itu.

“Oleh sebab itu kalau ada yang membuat keributan, yang membuat rusuh , kita anggap bukan pengikutnya Habib Rizieq Shihab,” tambah dia. (aa/msh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here