40 Oknum Kepsek Menahan Ijazah Siswanya di Jabar Diusulkan Agar Dipecat Saja

Ilustrasi ijazah. Foto: antara

Indonesiainside.id, Bandung – Ombudsman Kantor Perwakilan Jawa Barat didesak melakukan tindakan tegas atas oknum Kepala Sekolah yang menahan ijazah siswa dengan dalih belum membayar tunggakan.

Dalam temuan, ombudsman menyebutkan berdasarkan laporan orang tua siswa ada yang ijazahnya tertahan di sekolah sejak 2015.

“Kenapa tidak tindak tegas saja kalau perlu pecat saja biar ada efek jera untuk kepala sekolah lainnya,” kata Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Illa Setiawati, Jumat(13/11).

Ketua FMPP itu menyebut ada sebanyak 40 kepala sekolah di tingkat SMP, SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta yang diduga menahan ijazah.

Dia mengatakan para orang tua murid diminta untuk membayar uang sekolah dengan alasan anggaran pemerintah belum dicairkan. Berdasar catatannya, ada murid yang sejak tahun 2015 hingga kini masih belum menerima ijazah.

“Menurut keterangan kepala sekolah, jadi secara terpaksa pihak sekolah tetap menahan ijazah. Makanya kami melaporkan ke Ombudsman,” kata Illa.

Namun Illa belum menyebutkan secara rinci ada berapa siswa yang ijazahnya masih ditahan oleh pihak sekolah. Apabila terbukti melanggar, ia meminta oknum-oknum di sekolah yang menahan ijazah tersebut agar dilakukan tindakan tegas.

Ombudsman RI Kantor Perwakilan Jawa Barat, Sartika Dewi, mengaku akan menindaklanjuti adanya aduan dari para orang tua siswa yang didampingi oleh tentang adanya penahanan ijazah oleh sekolah.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here