Divonis Melawan Hukum, Jaksa Agung Resmi Ajukan Banding ke PTUN

Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengajukan banding terhadap vonis Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait pernyataannya mengenai tragedi Semanggi I dan II.

Burhanuddin divonis melawan hukum karena mengatakan tragedi Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Januari 2020.

“JPN (Jaksa Pengacara Negara) telah menyatakan banding TUN (Tata Usaha Negara) pada 9 November 2020,” kata Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Hari Setiyono ketika dihubungi, Kamis (12/11).

Hari mengatakan Kejaksaan Agung saat ini menunggu proses lebih lanjut dari PTUN terkait banding tersebut. Kejagung mengajukan banding lantaran menilai PTUN Jakarta keliru dalam memvonis Burhanuddin.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara Feri Wibisono mengatakan pernyataan Jaksa Agung tidak dapat dikategorikan sebagai perbuatan konkret pemerintah.

“Jika pernyataan dan jawaban dalam rapat kerja dikategorikan tindakan penyelenggaraan pemerintah, maka akan banyak yang menjadi objek sengketa PTUN,” ujar dia.

Kejaksaan Agung juga menilai keluarga korban sebagai penggugat tidak memiliki kepentingan terhadap pernyataan Jaksa Agung yang disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI.

“Kepentingan penggugat adalah pada penanganan perkara HAM berat, bukan pada proses menjawab pada rapat kerja DPR,” tutur dia.

Feri mengatakan PTUN juga mengabaikan alat bukti dan tidak melihat rekaman video rapat kerja Jaksa Agung dengan DPR tersebut. Peristiwa Semanggi I dan II terjadi sepanjang aksi protes mahasiswa di November 1998 dan September 1999 setelah jatuhnya Presiden Soeharto.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here