Pilkada Makin Dekat, Bansos Covid-19 Rawan Dipolitisasi Cari Simpati, KPK Ambil Ancang-Ancang

WARGA_antre _bansos
Warga mengantre penyaluran bansos tunai Kemensos, di Kantor Pos Khatib Sulaiman, Padang, Sumatera Barat, Jumat (15/5/2020). Sebagian besar warga tidak mengikuti protokol pencegahan COVID-19 dengan mengantre tanpa jaga jarak. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/pras.

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 rawan dipolitisasi dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. KPK pun mulai megambil ancang-ancang jika ada kandidat atau petahana yang berani melanggar.

“Pada masa pilkada ini, KPK juga mengawasi jangan sampai ada kepentingan dari kepala daerah khususnya petahana yang memanfaatkan bansos dan mempolitisasi bansos sebagai upaya perolehan simpati warga untuk pilkada,” kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/11).

Ipi mengungkapkan melalui studi yang dilakukan, KPK juga telah memitigasi potensi risiko kecurangan dalam penyaluran bansos, yakni data fiktif dan tidak memenuhi syarat, benturan kepentingan dari para pelaksana di pemerintah baik pusat maupun daerah.

Kemudian, pemerasan oleh pelaksana kepada warga penerima sehingga warga tidak menerima bansos, timbulnya potensi gratifikasi atau penyuapan pemilihan penyedia tertentu untuk penyaluran bansos, dan penyelewengan oleh oknum dalam penyaluran bansos.

Selain itu, kata dia, ada tiga aspek dari penyaluran bansos Covid-19 yang diawasi KPK, yaitu pertama dari aspek tata kelola. KPK mengawasi bagaimana proses penyaluran-nya, pertanggungjawaban-nya serta pola penerimaan dan tindak lanjut keluhan masyarakat.

“Kedua, terkait ‘cleansing’ data, KPK memantau integrasi data penerima bansos, termasuk agar ‘inclusion’ dan ‘exclusion error’ dapat dihilangkan untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bansos,” tutur dia.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here