Tempat Parkir Liar di Kolong Tol Becakayu Dijadikan Ruang Publik

Lahan di kolong tol Becakayu yang diubah jadi ruang publik. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur mengubah lahan parkiran liar kendaraan di kolong Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu), Kecamatan Makasar menjadi ruang publik.

“Kolong Tol Becakayu di Cipinang Melayu ada di RW01, RW02, RW03, RW04, dan RW06 memiliki total panjangnya 4 sampai 5 kilometer,” kata Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman di Jakarta, Sabtu(14/11).

Sejak konstruksi Tol Becakayu diresmikan pada 3 November 2017, kata Agus, keberadaan lahan di kolong jalan tol kerap disalahgunakan oknum pengendara maupun pengusaha sebagai tempat parkiran liar.

Lahan bantaran Kalimalang yang menjadi aset PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) itu dijadikan pool angkutan umum hingga garasi ilegal bagi mobil warga di wilayah setempat yang rumahnya tidak memiliki lahan parkir.

“Rata-rata adalah kendaraan pribadi warga yang tidak punya parkiran di rumahnya. Awalnya parkiran liar itu muncul saat banjir dan mereka butuh lahan buat evakuasi kendaraan, tapi ke sini-sininya jadi parkiran tetap,” katanya.

Deretan kendaraan yang parkir secara liar, kata Agus, telah menimbulkan kesan pungutan liar.

“Kita mau ubah konsep itu. Kita gunakan untuk sarana edukasi masyarakat, yang secara konsep tergantung pada masukan warga,” katanya.

Sejumlah ruang publik yang telah diterapkan di antaranya berupa perkebunan di wilayah RW01 yang digarap melalui kerja sama Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ketua RW, petugas Penanaganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan warga.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here