WHO Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Polio Buatan Bio Farma

Ilustrasi vaksin polio. Foto: Kemenkes

Indonesiainside.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (13/11) mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin polio nOPV2 yang salah satunya diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), badan usaha milik negara di Indonesia.

“WHO pada hari ini memasukkan vaksin nOPV2 (Bio Farma, Indonesia) dalam daftar penggunaan darurat demi menghadapi tingginya kasus positif polio di sejumlah negara-negara Afrika dan Mediterania Timur. Wilayah Pasifik bagian barat dan Asia Tenggara juga terdampak oleh wabah ini,” kata WHO lewat siaran tertulisnya, Jumat, sebagaimana diterima di Jakarta, Sabtu (14/11).

Untuk pertama kalinya, WHO menerbitkan izin penggunaan darurat (EUL) untuk vaksin.

Oleh karena itu, WHO berharap langkah tersebut juga dapat diterapkan pada calon vaksin COVID-19.

Vaksin nOPV2 merupakan anti virus polio jenis baru (cVDPVs) yang dikembangkan oleh jaringan kerja sama global lintas lembaga dan ahli dari berbagai negara, Inisiatif Global untuk Menghapus Polio (GPEI).

Jaringan kerja sama itu diikuti oleh Bio Farma, BUMN yang memproduksi vaksin di Indonesia; University of Antwerp di Belgia; organisasi non pemerintah Lawan Penyakit Menular di Negara Berkembang (FIDEC); Institut Nasional untuk Standar Biologi dan Kontrol (NIBSC) di Inggris; University of California San Francisco (UCSF), Amerika Serikat; Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit (CDC), AS; dan berbagai lembaga swadaya lainnya seperti PATH dan Bill & Melinda Gates Foundation.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here