Perdagangan Bebas 15 Negara di Asia Pasifik Ditandatangani

Presiden Joko Widodo menyaksikan Menteri Perdagangan RI menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) menumbuhkan harapan baru karena ditandatangani di tengah pandemo COVID-19, Minggu. (ANTARA/)

Indonesiainside.id, Jakarta – Perjanjian perdagangan bebas di antara negara-negara anggota ASEAN dan lima negara mitranya yang dikenal dengan Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP) resmi ditandatangani pada Ahad (15/11).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menandatangani perjanjian di Istana Bogor, Jawa Barat, disaksikan oleh Presiden Joko Widodo. Perjanjian tersebut mencakup 10 negara ASEAN, Australia, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru dan China. Dari total pasar, jumlahnya meliputi 2,2 miliar warga di 15 negara peserta RCEP.

Melalui akun media sosial, Kementerian Perdagangan Indonesia menyebut RCEP merupakan perjanjian perdagangan regional terbesar di dunia. Sebelumnya, India akan dimasukkan ke dalam perjanjian perdagangan ini, tetapi baru-baru ini menarik diri dari pakta perdagangan ini.

Tanpa India, perjanjian ini mencakup 29,6% populasi dunia, kemudian 30,2% dari produk domestik bruto dunia, sekitar 27,4% dari perdagangan dunia, dan 29,8% dari Penanaman Modal Asing (FDI) dunia, menurut data Kementerian Perdagangan.

Kementerian Perdagangan juga menyatakan bahwa ide RCEP lahir dari Indonesia pada tahun 2011 dan proses negosiasi selesai hingga ditandatangani pada Minggu.

Menurut Iman Pambagyo, pada Minggu, perjanjian perdagangan ini diusulkan Indonesia pada 2011 karena ada tekanan dari China dan Jepang yang sama-sama ingin membuat perjanjian perdagangan dengan ASEAN.

“Dalam kedua pilihan itu, Indonesia menggabungkan usulan dari dua negara yang saling berkompetisi itu dalam satu pakta perdagangan,” kata Iman, dalam konferensi pers virtual, pada Minggu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here