Sekelompok Orang Menolak Kehadiran Majelis Rakyat Papua di Jayawijaya

sejumlah warga yang menolak kedatangan Anggota MRP di Bandara Wamena. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jayapura – Sekelompok masyarakat Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menolak kedatangan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) yang bertujuan menjaring aspirasi masyarakat 10 kabupaten terkait kelanjutan program otonomi khusus (otsus) di Provinsi Papua.

Anggota MRP dari Pokja Adat Wilayah Lapago Engelbertus Kasipmabin di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Ahad(15/11), menyesalkan atas aksi sekelompok orang yang menolak keberadaan mereka di wilayah pegunungan tengah Papua.

“Kita datang bukan menolak otsus. Sama sekali tidak. Justru kita datang untuk bagaimana efektifitas pelaksanaan otsus di Papua. Kita datang untuk mendengar aspirasi rakyat,” katanya.

Ia mengatakan sekelompok warga yang juga menghendaki otsus belanjut itu, tetap saja menolak keberadaan mereka, walau tujuan mereka adalah mendengar aspirasi dari rakyat.

“Sekelompok rakyat ini mengadang kami di tengah jalan. Ini orang-orang tidak mengerti soal otsus. Tetapi siapa dibalik mereka saya tidak tahu. Tetapi menurut saya, mereka tidak mengerti,” katanya.

Menurut dia, MRP memiliki tugas sebagaimana diatur dalam undang-undang bahwa mereka menjaring aspirasi rakyat terkait otsus untuk selanjutnya diteruskan kepada pemerintah pusat.

“Secara pribadi dan lembaga sangat menyesal dengan aksi demonstrasi sekelompok orang yang barangkali mengerti atau tidak mengerti dengan pelaksanaan otonomi khusus. Jadi MRP itu lembaga negara, melaksanakan perintah UU,” katanya.

Rencananya puluhan anggota MRP itu akan berada di Wilayah Adat Lapago yang membawahi 10 kabupaten, selama dua hari terhitung sejak tanggal 17 hingga 18 November, untuk mendengar pendapat rakyat terkait otsus.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here