Aplikasi Muslim Pro Jual Data Penggunanya ke Pasukan Khusus Amerika

Indonesiainside.id, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari aplikasi populer Muslim Pro yang telah dipakai jutaan orang Islam. Aplikasi ini dikabarkan menjual data lokasi penggunanya yakni puluhan juta umat Islam untuk kepentingan Militer Amerika.

Aplikasi buatan perusahaan Singapura, Bitsmedia, dan telah diunduh 98 juta kali itu menjual data penggunanya ke pihak ketiga yang disebut X-Mode. Kemudian dijual lagi untuk membantu Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM).

USSOCOM adalah sebuah divisi militer yang ditugaskan untuk kegiatan kontraterorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus dalam kegiatan operasi rahasia militer Amerika di luar negeri.

Terkuaknya kabar ini dari laporan perusahaan Vice Motherboard. Disebutkan, pihak militer AS menggunakan dua metode terpisah untuk mendapatkan data lokasi target, pertama dengan melibatkan produk bernama Locate X dan metode kedua dengan mendapatkan data dari perusahaan X-Mode.

X-Mode mendapatkan data dari pengembang aplikasi. Perusahaan ini memberikan duit kepada pengembang aplikasi sesuai dengan jumlah pengguna yang dimiliki. Misalnya, sebuah aplikasi dengan 50.000 pengguna aktif harian di AS akan menghasilkan pundi-pundi dolar bagi pengembang sekitar USD1.500 sebulan.

Muslim Pro menjadi salah satu aplikasi populer yang banyak digunakan umat Islam di seluruh dunia. Aplikasi ini menyediakan fitur doa harian, bacaan Alquran hingga pengingat waktu salat.

Dari laporan hasil pantauan Motherboard, baik Muslim Pro versi Android maupun iOS sama-sama mengirimkan data lokasi ke X-Mode. Selain itu, data nama jaringan, waktu dan model ponsel yang digunakan juga secara rinci diberikan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here