Doni Monardo Apresiasi Ketegasan Anies Baswedan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo (kanan), berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) saat meninjau pintu air Manggarai, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengapresiasi sikap tegas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah menjatuhkan denda Rp50 juta kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI sejak awal tidak mengizinkan pemimpin FPI Habib Rizieq Syihab menyelenggarakan acara pernikahan putrinya yang dirangkai acara Maulid Nabi pada 14 November 2020. Namun, acara tetap dilakukan dan Pemprov menjatuhkan denda Rp50 juta.

“Pemerintah Provinsi DKI tidak pernah mengizinkan. Gubernur DKI melalui Wali Kota Jakarta Pusat telah membuat surat,” kata Ketua Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) ini di Jakarta, Selasa (17/11).

Doni menegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi sehingga pihaknya berupaya untuk melindungi masyarakat agar tidak tertular Covid-19. “Ini semata-mata demi memberikan perlindungan terbaik kepada bangsa kita. ‘Solus Populi Suprema Lex’, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” kata lulusan Akademi Militer 1985 itu.

Dia juga membantah telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya acara yang digelar ormas FPI sehingga menimbulkan kerumunan beberapa hari lalu. Doni menegaskan pihaknya tidak mempedulikan konten acara tersebut sebab yang dipedulikannya adalah keselamatan nyawa rakyat Indonesia, yang hadir di tempat itu.

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-27 itu mendorong semua pihak untuk membangun kesadaran kolektif dalam disiplin melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here