Kasus ‘Uang Tutup Mulut Bintang Porno’ dan Pemerkosaan Menanti Donald Trump Setelah Tidak Lagi Jadi Presiden

Bintang film porno Stormy Daniels mengeklaim menerima uang sebagai bayaran agar ia tak membongkar hubungan seksual dengan Trump menjelang pemungutan suara pilpres 2016. Foto: BBC

Indonesiainside.id, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, punya privilese atau hak istimewa, antara lain perlindungan dari gugatan hukum—baik perdata maupun pidana. Hak istimewa ini tidak lama lagi akan dicabut menyusul kekalahannya dalam pemilihan presiden 2020.

Begitu privilese dicabut, Trump akan menjadi warga negara biasa. “Begitu ia meninggalkan Gedung Putih, atmosfernya akan langsung berubah,” ujar Daniel R Alonso, mantan jaksa federal dan jaksa di negara bagian New York kepada BBC, Selasa(17/11).

“Tak ada lagi kekuasaan yang bisa membuatnya terlindungi dari investigasi hukum,” kata Alonso.

Yang paling mengkhawatirkan bagi Trump dan perusahaan real estatnya, Trump Organization, adalah penyelidikan pidana yang dilakukan aparat penegak hukum di New York.

Di luar itu, ada kasus-kasus lain yang menunggu, dan mungkin akan dilanjutkan setelah Trump tak lagi menjabat sebagai presiden, termasuk kasus dugaan penipuan dan pelecehan seksual.

1. Kasus ‘uang tutup mulut’ untuk bintang film porno
Model majalah dewasa Playboy, Karen McDougal, dan bintang film porno, Stormy Daniels, mengklaim menerima uang sebagai pembayaran agar mereka tak membongkar hubungan seksual mereka dengan Trump, menjelang pemungutan suara pilpres 2016.

Kasus ini dikenal dengan skandal ‘uang tutup mulut’.

Karen McDougal, model Playboy, mengeklaim pernah berhubungan badan dengan Donald Trump.

Ketika McDougal dan Daniels mengungkap keberadaan ‘uang tutup mulut’ pada 2018, aparat penegak hukum menggelar investigasi pidana.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here