Di Balik Covid-19 Ada Uang Besar, Juga Bargaining Power bagi Negara di Semua Sektor

Ilustrasi vaksin. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Depok – Para akademisi Universitas Indonesia (UI) membahas aspek hukum vaksin Covid-19 untuk mengkaji dan mempertajam analisis serta kapasitas pengetahuan bagi mahasiswa dan sivitas akademika Fakultas Hukum UI maupun perguruan tinggi lain dari sisi tanggung jawab hukum.

Ketua Center for Health Law and Policy Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Wahyu Andrianto, mengatakan hingga saat ini terdapat 172 negara di dunia dan 1.000 lebih perusahaan farmasi atau riset obat-obatan yang terlibat dalam ‘perlombaan’ untuk menemukan, menciptakan dan memproduksi vaksin Covid-19.

Sehingga, kata Wahyu, vaksin Covid-19 tidak lagi hanya penting terhadap kepentingan kesehatan masyarakat namun juga mengandung nilai ekonomi yang cukup besar. Di balik vaksin, ada uang besar dan juga kekuatan negara untuk bargaining power.

“Siapa pun yang menguasai vaksin Covid-19 memiliki hak untuk melakukan monopoli atas Hak Kekayaan Intelektual sehingga dapat memonopoli pasar vaksin serta menetapkan harga yang cukup tinggi,” katanya dalam keterangannya, Rabu (18/11).

Menurut dia, di sisi negara, negara yang pertama kali menemukan, menciptakan dan memproduksi vaksin dapat menggunakan vaksin tersebut sebagai bargaining power dan alat hegemoni serta menjalankan kepentingan nasional negara tersebut dalam bidang ekonomi, politik hingga militer.

Untuk itu Center for Health Law and Policy FHUI menginisiasi kuliah umum guna mengkaji dan mempertajam analisis serta kapasitas pengetahuan bagi mahasiswa dan sivitas akademika Fakultas Hukum UI maupun perguruan tinggi lain dan instansi/profesi dari sisi tanggung jawab hukum.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here