Gempa Bermagnitudo 8,9 di Sumbar Sudah Lama Diperkirakan, Kuncinya Tingkatkan Kesiapsiagaan

Ilustrasi gempa bumi BMKG. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Padang – Pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Badrul Mustafa menyampaikan, prediksi sejumlah ahli soal potensi gempa bermagnitudo 8,9 di Sumatera Barat bukan berita baru dan sudah lama diperkirakan namun tidak dapat dipastikan kapan terjadi.

“Itu berita lama, sejak 2011 sudah mulai diingatkan lagi, bahkan sejak 2005 sebetulnya. Akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia, di wilayah Indonesia terakumulasi energi yang berpotensi menimbulkan gempa mikro, kecil, sedang sampai kuat dan sangat kuat,” kata Badrul di Padang, Selasa (17/11).

Menurutnya, potensi ini berasal dari megathrust, yang di Sumbar bersumber dari dua segmen, yakni segmen Siberut dan Sipora-Pagai. Kedua segmen ini memiliki periode ulang gempa besar setiap 200 tahun.

Akan tetapi ia melihat tetap saja sebagian orang merasa baru dan menakutkan dan gempa yang terjadi di Padang pada Selasa pagi tepat dengan yang disampaikan oleh BPBD Sumbar untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada.

“Kuncinya tetap meningkatkan kesiapsiagaan diri dan keluarga untuk menghadapinya, agar risiko dapat diminimalkan,” kata dia.

Ia menjelaskan di jalur Megathrust Mentawai, potensi gempa besar di segmen Sipora-Pagai sudah keluar dan sudah terjadi periode ulangnya.

Tahun 1833 di segmen ini terjadi gempa sangat kuat bermagnitudo 8,9 yg diikuti oleh tsunami. Tapi pada periode ulang yg kemarin potensi gempa kuat ini dicicil menjadi empat kali gempa kuat, yakni 12 September 2007 dengan kekuatan 8,4, 13 September 2007 pukul 06.55 WIB dengan kekuatan 7,9.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here