Survei: 27 Persen Masyarakat Ragukan Vaksin Covid-19, 4 Persen Siap Bayar Vaksin Seharga Rp500 Ribu

Vaksin Covid-19 milik Pfizer. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Survei terbaru Kementerian Kesehatan dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menunjukkan bahwa 27 persen masyarakat masih ragu dengan rencana vaksinasi Covid-19 apabila disediakan pemerintah. Sedangkan delapan persen lainnya menolak.

Meski begitu, berdasarkan hasil survei tersebut, 65 persen masyarakat Indonesia bersedia menerima vaksin. Dalam laporan yang dirilis hari ini, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa mereka yang menolak menyebut faktor keamanan, efektivitas, serta kehalalan vaksin sebagai pertimbangan.

Survei ini dilakukan terhadap 115.000 responden di 34 provinsi pada 18-30 September 2020. Survei ini didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Unicef.

“Survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia telah mendengar tentang vaksin Covid-19 dan bersedia menerimanya,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi melalui keterangan pers, Rabu.

Namun tingkat penerimaan tersebut berbeda-beda di setiap provinsi, dilatarbelakangi status ekonomi, keyakinan agama, status pendidikan, serta wilayah.

Tingkat penerimaan vaksin paling tinggi ada di Papua Barat yakni sebanyak 69 persen responden, sedangkan yang paling rendah di Aceh sebanyak 46 persen.

Tingkat penerimaan vaksin di Pulau Jawa, sebagai wilayah paling padat dan paling terdampak Covid-19 di Indonesia, berkisar 65-67 persen. Apabila dikategorikan berdasarkan agama, tingkat penerimaan tertinggi berasal dari responden Katolik dan Kristen yakni 75 persen.

Sedangkan responden Muslim yang bersedia menerima vaksin hanya sekitar 63 persen, sebanyak 29 persen lainnya belum memutuskan menerima atau menolak vaksin.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here