Terburuk di Eropa, Covid-19 di Prancis Capai 2 Juta Orang dengan Kasus Aktif 1.847.330 Pasien

Foto aerial suasana sepi Place de l'Etoile dan the Arc de Triomphe di tengah karantina wilayah akibat merebaknya Covid-19 di Paris, Prancis, Rabu (1/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Pascal Rossignol/wsj.

Indonesiainside.id, Paris – Jumlah kumulatif kasus Covid-19 Prancis telah melampaui 2 juta orang. Dari sisi jumlah kasus, Prancis menjadi negara terburuk di Eropa untuk saat ini, dan terburuk keempat secara global.

Pemerintah setempat melaporkan total 2.036.755 infeksi virus corona di Prancis, dengan jumlah kematian di rumah sakit dan panti jompo sekarang menjadi 46.273, termasuk 437 selama 24 jam terakhir, kata Direktur Jenderal Kesehatan Jerome Salomon.

Sementara jumlah orang sembuh jauh lebih kecil, yakni 143.152 pasien, dibandingkan dengan jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 1.847.330 orang. Prancis masuk negara tertinggi kedua dengan kasus aktif setelah Amerika Serikat (AS). Yang berbeda di Prancis, tren kesembuhan di negara-negara jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kasus aktif. Di Prancis, malah terbalik.

“Upaya kolektif kami mulai membuahkan hasil, jumlah kasus baru telah menurun selama beberapa hari … Kami harus menggandakan upaya kami untuk mendapatkan kembali kendali atas epidemi,” kata Salomon dalam konferensi pers.

Menurut data Worldometer, Prancis mencatat jumlah kasus kematian baru sebanyak 625 orang, dan kasus infeksi baru sebanyak 14.524 orang, per Selasa (17/11). Kasud baru terbanyak terjadi pada 7 November 2020 sebanyak lebih dari 88.000 kasus harian. Kini, menunjukkan tren penurunan hingga 11.000 kasus baru per hari.

“Menghormati jam malam dan karantina wilayah menjelaskan tren positif ini. Kami harus menjaga tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi agar dapat melewati perayaan akhir tahun dan bulan-bulan musim dingin dengan aman,” tambahnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here