Turki Bela Azerbaijan Dalam Konflik Nagorno-Karabakh, Ini Kata Vladimir Putin

Pertempuran Azerbaijan - Armenia memperebutkan Nagorno-Karabakh. Foto: bbc

Indonesiainside.id, Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa menegaskan bahwa Turki tidak melanggar hukum internasional dengan mendukung Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Dalam wawancara dengan saluran berita Russia-24, Putin mengatakan Azerbaijan mengklaim kembali wilayahnya sendiri dan berhak memilih penasihat mana pun, termasuk Turki.

“Tindakan Turki dalam masalah Karabakh dapat dikualifikasikan dengan cara apa pun, tetapi [Turki] tidak bisa dituduh melanggar hukum internasional apa pun,” ujar dia.

Putin mengatakan bahwa Turki sejak awal adalah anggota kelompok Minsk dalam penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh, tapi tidak pernah diberikan status ketua bersama.

Dia mengakui bahwa Rusia dan Turki seringkali memiliki posisi yang berbeda tetapi mampu mencapai kompromi melalui jalur diplomatik.

“Banyak negara, termasuk di Eropa, bertempur berkali-kali di masa lalu, seperti Prancis dan Jerman, tetapi itu tidak menghalangi kerja sama mereka saat ini, dan hal yang sama berlaku untuk Rusia dan Turki,” ungkap dia.

Putin memuji Amerika Serikat dan Prancis atas peran mereka dalam penyelesaian Nagorno-Karabakh, mengatakan bahwa ketua bersama kelompok Minsk tidak punya alasan untuk tersinggung karena tidak terlibat dalam kesepakatan akhir.

Dia mengatakan mereka tidak bisa dimasukkan karena jatuhnya Karabakh hanya dalam hitungan jam dan menuntut langkah-langkah segera, sehingga tidak ada waktu untuk konsultasi tambahan dalam kerangka kelompok Minsk.

Mengomentari kerusuhan baru-baru ini di Yerevan dan kemungkinan pergeseran kekuasaan, Putin mengatakan situasi saat ini menuntut Armenia untuk mengkonsolidasikan diri dan agar tidak jatuh berantakan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here