Utang Dunia Naik USD15 Triliun Karena Pandemi Covid-19

Ilustrasi utang dolar amerika serikat. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam tiga kuartal pertama 2020, utang global meningkat USD15 triliun menjadi USD272 triliun karena pandemi memaksa bisnis untuk tutup dan banyak orang kehilangan pekerjaan.

Institut Keuangan Internasional mengatakan pada Rabu malam bahwa setelah lonjakan besar dalam rasio utang terhadap PDB global (dari 320 persen menjadi 362 persen secara tahunan di paruh pertama), peningkatan pada kuartal ketiga lebih sederhana, karena pemulihan global yang kuat.

Utang global diperkirakan akan mencapai USD277 triliun, 365 persen dari PDB dunia, pada akhir tahun ini.

Pada akhir kuartal ketiga, rasio utang terhadap PDB adalah 432 persen di pasar yang sudah mapan sementara 250 persen di pasar negara berkembang.

Dalam skala global, hutang perusahaan non-keuangan pada akhir kuartal ketiga mencapai USD79,6 triliun, sementara pemerintah USD77,6 triliun, sektor keuangan USD65,6 triliun dan rumah tangga USD 49,2 triliun. Semua sektor mengalami kenaikan setiap tahun.

Covid-19 telah merenggut 1,34 juta nyawa di seluruh dunia dan menginfeksi 56,2 juta sejak muncul pertama kali Desember lalu.

Upaya pembatasan untuk membendung penyebaran virus, seperti jam malam dan larangan bepergian, secara dramatis mempengaruhi aktivitas ekonomi di seluruh dunia.(EP/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here