Warga Azerbaijan Rayakan Kemenangan di Kota Shusha: Alhamdulillah Tanah Air Kami Sudah Kembali

Rakyat Azerbaijan berkumpul untuk merayakan kesepakatan yang dicapai untuk menghentikan perebutan wilayah Nagorno-Karabakh, di Ganja, Azerbaijan pada 10 November 2020. (Arif Hüdaverdi Yaman - Anadolu Agency )

Indonesiainside.id, Baku – Selama lebih dari 28 tahun terjajah dan terusir dari pendudukan pasukan Armenia, warga Azerbaijan kini merayakan kemenangan di Tanah Air mereka di Kota Shusha. Warga Azerbaijan sebagai penduduk asli Kota Shusha bergembira dengan mengibarkan bendera Azerbaijan.

Keluarga Necefova dari Baku termasuk di antara mereka yang merayakannya. Taleh Necefov, 54, dan istrinya Vesile Necefov berharap mendengar instruksi dari pemerintah untuk kembali ke Shusha, kota masa muda mereka.

Pasangan itu menikah di Shusha pada 1991. Namun, mereka harus meninggalkan tempat kelahiran mereka ke Baku tanpa bisa menikmati kebahagiaan mereka di tempat itu karena pendudukan Armenia.

Selama beberapa dekade, pasangan yang rindu kampung halaman itu membesarkan anak-anak mereka, yang belum pernah ke Shusha. Berbicara kepada Anadolu Agency, Taleh Necefov mengatakan dirinya memimpikan Shusha selama 28 tahun hingga dibebaskan baru-baru ini.

“Saya merindukan dan mencintai Shusha, kota yang indah. Kami punya rumah di Baku, tapi tidak sama dengan tanah air kami. Alhamdulillah tanah air kami sudah kembali,” tutur dia.

Taleh juga berterima kasih kepada rakyat Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan atas dukungannya kepada Azerbaijan. “Shusha sangat berarti bagiku. Kami dibesarkan di Karabakh dan menjadi tamu di Baku selama 28 tahun. Syukur kepada Allah, kami akan segera kembali ke tanah air,” tambah istri Taleh, Vesile.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here