Ridwan Kamil Ajak Semua Pihak Mengambil Hikmah dari Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (kanan) tiba di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/11/2020). Ridwal Kamil dimintai klarifikasi oleh Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 yakni adanya pengumpulan massa pada acara Rizieq Shihab di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Indonesiainside.id, Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut diperiksa polisi untuk memberikan klarifikasi mengenai kerumanan massa yang menyambut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Usai diperiksa, dia mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari kasus pelanggaran protokol kesehatan ini agar ke depannya semua pihak kompak menaati protokol kesehatan demi memutus penularan Covid-19.

“Mudah-mudahan peristiwa-peristiwa dalam beberapa hari terakhir ini menjadi hikmah buat semua orang. Buat para pemimpin, tokoh masyarakat, penyelenggara acara. Hanya kekompakanlah yang bisa membawa keberhasilan (keluar dari masa pandemi),” kata mantan Wali Kota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (20/11).

Pada Jumat, Kang Emil dimintai keterangan di Bareskrim Polri selama tujuh jam seputar tanggung jawabnya sebagai Gubernur Jabar serta Ketua Komite Penanganan Covoi-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat terhadap terjadinya kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan massa di Megamendung.

Emil juga mengonfirmasi bahwa sebanyak 400 warga yang berkumpul pada saat acara telah dites swab. Dari 400 orang itu ada lima orang positif Covid-19. Pemprov Jabar pun akan memberikan sanksi kepada Pemkab Bogor terkait acara yang berujung pada kerumunan massa di tengah pandemi itu.

Sanksi terhadap pemkab berupa teguran lisan, teguran tertulis dan denda administratif. Emil mengatakan, jajarannya dan aparat setempat telah melakukan upaya menertibkan massa dan menegakkan protokol kesehatan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here