Azerbaijan: Tidak Ada Bangunan yang Utuh di Kota yang Diduduki Armenia Selama 27 Tahun

Artileri ditembakkan dalam perang Armenia vs Azerbaijan. Foto: BTV

Indonesiainside.id, Baku – Penduduk Aghdam, yang diduduki oleh Armenia selama 27 tahun, mengatakan pada Sabtu, bahwa kota itu menjadi hancur selama pendudukan.

Di Aghdam, tempat tentara Armenia mundur pada 20 November, hampir tidak ada bangunan yang berdiri utuh.

Sekitar 143.000 orang Azerbaijan pernah tinggal di kota itu, tetapi sekarang kota itu hanya hanya tinggal jalan-jalan tidak terawat dan bangunan hancur.

Masjid dua menara yang dibangun pada abad ke-19 merupakan satu-satunya bangunan yang struktur utamanya masih utuh.

Namun kondisinya sangat memprihatinkan dan terabaikan.

Penghancuran oleh Armenia di Aghdam selama pendudukan digambarkan oleh pers asing sebagai “Hiroshima di Kaukasia”.

Hubungan antara bekas republik Soviet Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh, juga dikenal sebagai Karabakh Atas, sebuah wilayah yang diakui sebagai bagian dari Azerbaijan, dan tujuh wilayah yang berdekatan.

Bentrokan baru meletus 27 September dan tentara Armenia terus menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan selama 44 hari.

Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 pemukiman dan desa dari pendudukan Armenia selama ini.

Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran dan bekerja menuju resolusi yang komprehensif.

Gencatan senjata dipandang sebagai kemenangan Azerbaijan dan kekalahan Armenia. (aa/msh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here