Jenazah Pelajar SMA 1 Ilaga yang Jadi Korban Penembakan di Puncak Papua Belum Dievakuasi

Manus Murib, pelajar SMK Gome yang jadi korban penembakan di Kab. Puncak dievakuasi ke Timika, Sabtu (21/11). (ANTARA/HO/pihak ketiga)

Indonesiainside.id, Jayapura – Kapolres Puncak, Papua, AKBP Decky Saragih mengakui jenazah Atanius Murib, pelajar SMA 1 Ilaga yang menjadi korban penembakan Jumat (20/11) belum dievakuasi.

Dia mengatakan, sudah menjadi kesepakatan yang dilakukan Sabtu (21/11) bahwa yang mengevakuasi jenazah Atanius adalah keluarga dan warga yang berjumlah 16 orang. Aparat tidak dilibatkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena di wilayah itu masih terdapat KKB dan lokasinya yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 jam.
Namun, 16 Orang warga sipil yang termasuk keluarga korban hingga kini belum berangkat ke lokasi. “Belum ada informasi lanjut dari keluarga kenapa tim tersebut belum berangkat,” kata AKBP Saragih kepada Antara, Ahad (22/11).
Dari keterangan Manus Murib, pelajar SMK Gome yang selamat karena berpura-pura mati dan kemudian melarikan diri dari TKP yang berada di hutan belantara antara Distrik Agandume dan Distrik Gome.
“Sampai saat ini juga belum diketahui siapa pelaku penembakan,” kata Saragih yang dihubungi dari Jayapura .
Manus Murib, Sabtu (21/11) dievakuasi ke Timika untuk mendapat perawatan di RSUD setempat. Hingga saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Puncak, Papua, masih menyelidiki kasus kekerasan yang dialami dua pelajar SMK Manus Murib (16) dan siswa SMA 1 Ilaga Atanius Murib (16) di Gome Utara oleh orang tidak dikenal.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here