Indonesiainside.id, Tangerang – Banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi merendam beberapa desa di Kecamatan Pakuhaji dan Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Namun, lokasi banjir berada di hilir di wilayah utara, di mana aliran sungai dan anak sungai sudah mendekati laut.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, untuk daerah selatan yang menjadi hulu sungai sudah tertangani dengan baik dari ancaman banjir. Di antaranua, Binong Curug Tigaraksa sampai ke daerah Pasar Kemis, dan ke Kresek. Menurut Bupati Zaki, tinggal wilayah utara, seperi Teluknaga, Kosambi dan Kemiri.
Dari hasil pemantauan selama tiga hari terakhir, intensitas hujan cukup tinggi berada di hilir atau di pesisir pantai. Inilah yang menyebabkan banjir. Sementara di daerah-daerah kecamatan lain masih tertangani karena ada normalisasi sungai.
Menurut dia, program normalisasi sungai dan anak sungai, sudah dilakukan baik dengan bekerjasama TNI melalui karya bakti di daerah-daerah tersebut.
“Artinya normalisasi sungai, anak sungai ini berhasil sehingga nanti kita akan terus lakukan hal tersebut di daerah-daerah yang menuju ke laut atau hilir,” kata Bupati Zaki saat meninjau beberapa lokasi titik banjir yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang, Kamis (20/1/22).
Bupati Zaki didampingi Kepala BPBD Kabupaten Tangerang dalam kunjungan kerja di Desa Laksana Kecamatan Pakuhaji dan di Kecamatan Kosambi. Pemkab Tangerang sudah melakukan evakuasi penanganan korban banjir di Kecamatan di dua kecamatan tersebut.
“Jadi kalau dilihat sekarang ini lokasi-lokasi banjir yang berada di Kabupaten Tangerang lokasinya berada di hilir atau daerah utara, di mana aliran sungai dan anak sungai sudah mau masuk ke wilayah laut”, kata Bupati Zaki.
Berdasarkan data dari BPBD, lokasi banjir di Pakuhaji ada di beberapa titik. Yang pertama di Desa Laksana Kec. Pakuhaji lokasi banjir berada di Jl. Sungai Turi Kp. Sungai Turi RT 01, 02 RW. 10, dengan ketinggian air antara 50 hingga 80 cm. Jumlah warga terdampak banjir sebanyak 175 KK. Kedua, Jl. Sungai Turi Kp. Sungai Turi RT 01, 02 RW.11, warga terdampak sebanyak 175 KK, dengan ketinggian air antara 50 sampai 80 cm.
Di Desa Gaga Kecamatan Pakuhaji, banjir terjadi di Kp. Kebon Mahi RT.01/01, ketinggian air 30-50 cm dengan jumlah warga terdampak sekitar 80 KK. Sedangkan di Kp. Kamal RT.02/05, banjir mencapai ketinggian air 30-50 cm, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 230 KK.
Untuk wilayah Kecamatan Kosambi,
banjir terparah berada di Kampung Cilampe, Kelurahan Salembaran Jaya. Di Kampung Cilampe Kelurahan Salembaran Jaya banjir terparah berada di RT. 01, 03 dan 04 RW. 03 dengan total warga terdampak mencapai 160 KK. (Aza)