Indonesiainside.id, Jakarta – Kasus penyebaran virus Omicron meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Data per tanggal 3 Februari 2022 menunjukkan konfirmasi positif di Indonesia menembus angka 27.197, tertinggi sejak diumumkannya konfirmasi Omicron pertama di Indonesia.
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti sepakat kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen dievaluasi. Terlebih lagi, varian Omicron Covid-19 memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya. Hal itu menyusul banyaknya pihak meminta kebijakan PTM 100 persen di sekolah dievaluasi.
“Semua pihak harus lebih waspada terhadap penyebaran virus Omicron yang semakin meluas. Pandemi belum usai. Kebijakan PTM 100 persen perlu perlu dievaluasi,” ujar Mu’ti, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (4/2/22).
Mu’ti menyebut evaluasi PTM 100 persen tidak perlu dilakukan di semua daerah. Untuk daerah yang masih masuk zona hijau atau aman maka kegiatan PTM menurutnya tetap dilaksanakan dengan prokes ketat.
“Meskipun tidak di semua daerah. Di daerah yang aman, PTM tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan,” katanya.
Sebagai informasi, kegiatan PTM 100 persen di sekolah masih dilaksanakan di tengah lonjakan Omicron. Pemerintah Pusat belum mengambil sikap terkait hal ini dan masih mengacu pada dasar hukum yang lama.
Sementara itu, sejumlah daerah telah memutuskan menghentikan PTM. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga telah mengusulkan agar PTM dihentikan sementara selama peningkatan kasus Covid-19. (Aza)