Cerita Soeharto Membuka Akses Jalan Darat di Riau

Indonesiainside.id – Pekanbaru, Sebelum jadi provinsi dan akhirnya saat inipun sudah pecah jadi dua, Riau masuk dalam Sumatera Tengah. Hingga akhirnya pada 1957 menjadi provinsi sendiri dan tahun 2002 Kepulauan Riau juga memekarkan diri.

Dulunya dikatakan Sejarawan Riau, Prof Suwardi MS, hubungan darat antar daerah di Riau sangatlah sulit. Bahkan sebelum orde baru menurutnya
kondisinya sangatlah menderita. Makanya berjuang menjadi provinsi hingga terealisasi tahun 1957.

Betapa tidak, dulu untuk transportasi darat di Riau harus melewati sungai-sungai yang belum ada jembatan. Seperti dari Sumatera Barat ke Pekanbaru harus melintasi Sungai Kampar di Rantau Merangin.

“Dulu hubungan antar daerah di Riau pakai kompang untuk melewati sungai.
Angkutan darat sampainya berminggu-minggu karena harus melalui sungai. Saat itu baru truk saja, karena mobil belum banyak dan bus belum ada,” ujarnya kepada metropekanbaru.com, Minggu 9 Desember.

Sebagai tempat penyeberangan, di atas kompang kendaraan diseberangkan dengan menarik kawat kabel. Selain di Rantau Merangin, di Teratak Buluh ke Pekanbaru juga pakai kompang. Kemudian juga dari Lipat Kain ke Taluk Kuantan hingga di sana ada namanya “Kampung Rakik Gadang” karena saking banyaknya kompang atau rakit yang besar untuk menyeberangkan kendaraan. Kemudian dari Taluk Kuantan ke Rengat juga pakai penyeberangan itu.

Akan tetapi kesulitan itu berakhir ketika pada masa Orde Baru, Presiden kedua Indonesia Muhammad Soeharto membuat dan meresmikan sejumlah jembatan. Hal itu merupakan hasil dari Tencana Pembangunan Lima Tahun I atau yang dikenal dengan Repelita I (1969-1974).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here