Masjid Baiturrahman, Jangkar Bumi Aceh

Menakjubkan. Itu kesan pertama melihat Masjid Raya Baiturrahman saat ini. Bak masjid Nabawi, Madinah, Masjid Baiturrahman dipercantik dengan 12 payung elektrik raksasa. Enam unit disisi utara dan enam ada di selatan masjid.

Indonesiainside.id, Aceh — Renovasi besar besaran yang diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, 13 Mei 2017 lalu, menjadikan daya tampung masjid meningkat, dari sebelumnya 9.000 orang menjadi 24.400 jamaah di dalam dan di luar masjid.

Selain 12 payung raksasa, pemerintah Aceh juga menghiasi pelataran masjid dengan hamparan batu granit, taman ciamik dan parkiran modren. Renovasi besar besaran itu menghabiskan biaya Rp 458 miliar.

Masijd Baiturrahman, sejak awal berdirinya telah mengalami banyak renovasi. Sayang, dari catatan sejarahnya, dan dari banyak tulisan tentangnya, tidak didapat kepastian kapan salah satu masjid termegah di Asia Trnggara ini didirikan.

Ada yang menyebut dibangun sekitar 1292 oleh Sultan Alauddin Johan Mahmud Syah. Ada pula yang menyatakan didirikan pada masa kejayaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pendapat lain adalah kompromi dari keduanya. Masjid dibangun oleh Johan Mahmud Syah, lalu dipugar oleh Sultan Iskandar Muda.

Sejak awal dibangun, selain untuk beribadah, masjid itu dijadikan pusat pengkajian dan pengembangan Islam. Semasa kepemimpinan Iskandar Muda, syiar Islam berkembang dengan pesat. Tak hanya di Aceh, tapi meluas ke berbagai daerah di sekitarnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here