Sekarjagad Konsisten Perangi Batik Printing

Meningkatkan taraf hidup pengrajin batik di Yogyakarta menjadi satu gebrakan yang dilakukan Paguyuban Pecinta Batik Indonesia (PPBI) Sekarjagad. Salah satunya dengan pembinaan membatik yang dilakukan PPBI Sekarjagad bersama pemerintah daerah.

Indonesiainside.id, Yogyakarta — Ketua III PPBI Sekarjagad Afif Syakur mengatakan, pelatihan proses membatik bersama para pengrajin di Yogyaarta merupakan agenda tahunan, yang terus digerakkan agar kualitas batik terjaga.

“Sekarjagad terus mengupayakan mengajak para pengrajin batik agar terus berproduksi, agar batik terus tetap lestari,” jelas Afif saat pertemuan rutin bulanan anggota Sekarjagad di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta (15/12).

“Kami ingin menjadikan batik sebuah komuditas ekonomi yang bisa meningkatkan perekonomian perempuan dan keluarganya. Karena apapun yang terjadi pekerjaan membatik bisa dilakukan sambilan. Tapi mendatangkan pendapatan yang cukup. Jika bisa ditularkan ke semua masyarakat akan bagus sekali,” beber Afif.

Sebagai tindak lanjut dari pengakuan UNESCO bahwa batik Indonesia dalah warisan budaya tak benda di dunia pada 2 Oktober 2009 dan ketetapan Pemerintah Indonesia tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, serta adanya pengakuan oleh WCC bahwa Yogyakarta merupakan kota batik kerajinan tangan dunia, pada 27 Oktober, maka PPBI Sekarjagad selalu konsisten dan tidak mengenal lelah dalam upaya melestarikan dan mempertahan predikat tersebut. “Gebrakan-gebrakan ini yang dilakukan tiap bulan oleh PPBI Sekar Jagad,” tandas Afif.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here