Poligami dalam Pandangan Agama-Agama (1)

Lukisan Solomon dan istrinya. Foto: Wikicommons

Praktek poligami sesungguhnya memiliki sejarah panjang, sesudah Islam maupun pra Islam.

Indonesiainside.id, Jakarta — Isu poligami menjadi polemik setelah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyatakan partainya tidak sepakat dengan praktek poligami. Partainya bahkan akan terus berupaya agar praktek poligami dilarang di Indonesia.

Polemik semakin menguat tatkala Komisioner Komnas Perempuan, Imam Nakha’ie mengatakan bahwa poligami bukan bagian dari ajaran Islam. Pernyataan itu merujuk kepada ayat Alquran yang mengatur hubungan suami istri, dalam hal ini poligami. Lantas, bagaimanakah sebenarnya konsep poligami didudukkan?

Dalam sebuah jurnal Acta Islamica berjudul Islamic Concept of Polygamy, its Benefits and Impact on Society menuliskan bahwa praktek poligami sesungguhnya memiliki sejarah panjang, sesudah Islam maupun pra Islam.

Banyak masyarakat dan banyak agama lama memungkinkan poligami. Dalam Yudaisme, poligami merupakan hal biasa dan tidak ada batasan bagi laki-laki untuk memiliki banyak istri. Gereja dan pemerintah semua tidak hanya diizinkan poligami, tetapi juga mempraktikkannya.

Raja-raja Prancis berlatih poligami juga. Yahudi, Kristen, Arab dengan suara bulat dan tak terbantahkan percaya dan menghormati Nabi Ibrahim. Menurut Alkitab, Nabi Ibrahim memiliki tiga istri yaitu Sara, Hajira dan Qatoora.
Demikian pula Nabi Yakub empat istri secara bersamaan. Menurut Nabi Alkitab, Salomo, memiliki seribu perempuan. Dan Nabi Daud menikahi sembilan belas istri.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here