Islam Mengadopsi Poligami dan Memperketat Prakteknya (2)

Lukisan Solomon dan istrinya. Foto: Wikicommons

Islam tidak berangkat dari ruang kosong. Nilai lama yang ada dalam masyarakat selama tidak bertentangan dengan konsep teologis maka bisa diadopsi dengan beberapa pembaharuan.

Indonesiainside.id, Jakarta – Isu poligami menjadi polemik setelah Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyatakan partainya tidak sepakat dengan praktek poligami. Partainya bahkan akan terus berupaya agar praktek poligami dilarang di Indonesia.

Polemik semakin menguat tatkala Komisioner Komnas Perempuan, Imam Nakha’ie mengatakan bahwa poligami bukan bagian dari ajaran Islam. Pernyataan itu merujuk kepada ayat Alquran yang mengatur hubungan suami istri, dalam hal ini poligami.

Poligami ada sebelum Islam datang. Meski demikian, mengatakan bahwa poligami bukan bagian dari ajaran Islam juga keliru. Alquran dan hadis banyak menerangkan kebolehan praktek poligami. Islam tetap mengakomodir keperluan beristri lebih dari satu dengan pengaturan ketat.

Ketua Bidang Infokom Majelis Ulama Indonesia KH Masduki Baidlowi, kepada Indonesiainside.id menjelaskan perbandingannya dengan sejumlah ritual dan hukum Islam yang sudah ada sebelum Islam datang yang kemudian diadopsi dan diperbarui.

Masduki menerangkan, Islam tidak berangkat dari ruang kosong. Nilai lama yang ada dalam masyarakat selama tidak bertentangan dengan konsep teologis maka bisa diadopsi dengan beberapa pembaharuan.

Haji misalnya, praktek haji sebelum Nabi Muhammad lahir sudah ada. Tapi kemudian prakteknya diperbarui. Selain itu juga ada hukum rajam yang sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno yang kemudian diadopsi Islam lewat hadis Rasulullah.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here