Bencana Sebagai Teguran

Umat Islam harus saling mengingatkan dan menasihati dalam menjaga sunnatullah alam semesta dan menjaga syariat agama

Indonesiainside.id, Jakarta — Indonesia tengah dilanda berbagai musibah. Belum lama rasanya gempa bumi di Lombok dan Palu, yang telah memakan banyak korban. Belum selesai dengan perbaikan pemukiman warga dan infrastruktur yang rusak akkbat gempa Lombok dan Palu, musibah tsunami terjadi lagi pada Sabtu lalu (22/12)

Tsunami di Selat Sunda ini melanda pesisir Banten dan Lampung. Penanganan darurat terus dilakukan di daerah yang terdampak tsunami. Prioritas penanganan darurat saat ini adalah koordinasi, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban, pelayanan kesehatan, penanganan pengungsi, perbaikan darurat sarana prasarana yang rusak.

Data sementara yang dihimpun Posko BNPB hingga Selasa (25/12), tercatat 429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi. Kerusakan fisik meliputi 611 unit rumah rusak, 69 unit hotel-vila rusak, 60 warung-toko rusak, dan 420 perahu-kapal rusak.

Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Waketum Persis) Ustaz Jeje Zainuddin menuturkan, sebagai orang yang beriman, umat Islam diajarkan Alquran untuk meyakini dan memahami bahwa bencana alam terjadi oleh faktor-faktor yang saling terkait antara hukum Allah pada alam semesta yaitu sunnatullah dengan hukum Allah pada manusia, yaitu syariatullah.

“Ketika ketetapan Allah sudah tiba, tanpa sebab yang diketahui manusia, atau manusia secara sadar merusak sunnatullah pada alam semesta dengan melabrak keharmonisan dan keseimbangannya, seperti eksploitasi sumberdaya alam yang membabi buta, maka pastilah bencana alam terjadi,” ujar Ustaz Jeje kepada Indonesiainside.id

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here