Pembangunan Era Soeharto di Riau Lebih Sinkron Dibanding Sekarang

Pembangunan di Era Presiden Kedua Republik Indonesia, Haji Muhammad Soeharto dikenal dengan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Ini dimulai sejak tahun 1969 dimana Repelita I-III fokus pada sandang pangan dan papan, sedangkan repelita IV-VI untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri.

Indonesiainside.id, Jakarta — Lalu bagaimana implementasinya di daerah? Sejarawan Riau, Prof Suwardi MS menjelaskan bahwa saat itu peran Badan Pembangunan Nasional sangat vital di sana.

Meskipun belum ada dana bagi hasil, namun pembangunan saat itu sangat terkoordinasi. Di daerah ada namanya badan perencanaan pembangunan yang lokasinya dulu di sebelah Rumah Dinas Gubernur Riau sekarang.

Dari gedung itu daerah dan pusat berkoordinasi untuk melaksanakan pembangunan. Apa yang diusulkan daerah akan diluruskan dengan apa yang ada di Repelita oleh Bappenas. Maka dibangunlah sekolah, kampus, dan bangunan pemerintah daerah yang ada sekarang.

“Dulu kita dapat anggaran dari pemerintah pusat saja. Itulah dibangun Kantor Gubernur Riau sekarang, dulu kantor gubernur di rumah dinas sekarang. Lalu dibangun Gedung DPRD Riau yang dulu namanya gedung lancang kuning yang sekarang jadi Perpustakaan Soeman HS,” ujar Prof. Suwardi.

Dikatakannya lagi bahwa saat itu peranan bappenas sangat penting untuk sinkronisasi pembangunan. Namun sekarang kondisinya kurang sinkron dan rencana pembangunan tak jelas, seakan bergerak sendiri-sendiri.

“Dulu koordinasi dengan pusat sinkron sampai ke desa langsung, ada peranan badan lembangunan masyarakat desa. Sekarang desa diberi Rp5 miliar tapi perencanaan entah bagimana, malah banyak masuk kepala desa yang ke penjara,” ungkapnya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here