Mencari Peran Melayu Era Generasi 4.0

Tarian khas melayu. Foto: Istimewa.

Jika bangsa Melayu memposisikan dirinya sebagai bagian dari peradaban, solusi apa yang bisa ditawarkan menjawab berbagai persoalan?

Indonesiainside.id, Jakarta — “Mampukah peradaban Melayu menyelesaikan persoalan dirinya sekaligus menjadi solusi bagi bangsa-bangsa lainnya?”

Demikian pertanyaan yang dilontarkan Ketua Umum Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM) Masud HMN dalam diskusi bertajuk “Kontribusi Peradaban Melayu Dalam Menciptakan Perdamaian Dunia Timur dan Barat” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (31/12).

Sepanjang jejak perjalananya, Melayu mengalami berbagai dinamika yang kompleks. Mendorong bangsa Melayu menjadi bangsa yang patut diperhatikan dunia. Sejak abad ke-5 Masehi, Melayu mulai menampakkan jati dirinya.

Valentijn (1712 M dalam Isjoni, 2007: 29) melihat bahwa Melayu merupakan bangsa istimewa dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang pernah ia temui di sepanjang Asia. Tidak hanya karena bentuk fisik yang sempurna, akan tetapi lebih ditekankan pada aspek moral dan kultur Melayu itu sendiri.

Meski demikian, menurut Nanat Fatah Nasir dalam bukunya “The Next Civilization” di antara peradaban-peradaban besar; Yunani, Romawi, Cina, Eropa, peradaban Melayu adalah satu-satunya etnis besar yang belum pernah memimpin peradaban dunia (2012: 71).

Masud sendiri meletakkan definisi peradaban sebagai cara berpikir kelompok manusia pada satu zaman dalam menghadapi tantangannya. “Kalau Melayu itu meletakkan satu respons atas permasalahan di zamannya, itulah peradaban,” tutur Masud.

Menurut dia Melayu harus memiliki argumen yang presisi terhadap masalah global sekarang ini. Jika bangsa Melayu memposisikan dirinya sebagai bagian dari peradaban, solusi apa yang bisa ditawarkan menjawab berbagai persoalan?

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here