Ampas Tebu untuk Redam Bahaya Merkuri di Penambangan

Berdasarkan hasil pengujian, perlakuan aktivasi ternyata memberikan perubahan ukuran pada adsorben (zat padat yang dapat menyerap komponen tertentu dari suatu fase fluida) yang semula berukuran besar menjadi lebih kecil dan selektif. “Ukuran kecil inilah yang membantu meningkatkan kapasitas adsorpsi terhadap merkuri,” paparnya.

Menurut Roroh, pemilihan ampas tebu sebagai bahan karbon aktif bukanlah tanpa alasan. Roroh bersama dua rekannya itu memilih ampas tebu, kendati kandungan selulosanya lebih tinggi jika dibandingkan dengan sekam padi maupun jerami.

Dengan kandungan selulosa yang tinggi, lanjut Roroh, maka akan berdampak pula pada kapasitas adsorpsi merkuri yang tinggi. “Selain itu, pemilihan ampas tebu ini pun didasari oleh keberadaannya yang mudah dijumpai di masyarakat,” tuturnya.

Melalui hasil inovasi tersebut, tim yang dibimbing oleh Ir Endang Purwanti S MT ini meraih juara pertama di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Cosmos di Universitas Diponegoro, Semarang, beberapa waktu lalu. (Sumarlin/INI-Network)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here