Amirul Hajj: Meningkatnya Kesalehan Sosial Adalah Indikator Haji Mabrur

jamaha haji
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Agama (Menag) sekaligus Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin berharap kemabruran haji para jamaah dapat dirasakan oleh masyarakat ketika pulang ke Tanah Air. Ia menjelaskan, salah satu indikator haji mabrur adalah meningkatnya kesalehan sosial.

Rasulullah pernah ditanya mengenai indikator dari kemabruran haji. “Rasul menjawab memberi makan kepada sesama dan menebarkan salam,” kata Lukman dalam sambutan wukufnya di hadapan petugas dan jamaah haji di tenda masjid di kompleks Misi Haji Indonesia Arafah, Sabtu (10/8) siang dikutip media center haji Kementerian Agama, Ahad (11/8).

Lukman menjelaskan, makan merupakan simbol dari kebutuhan pokok manusia. Itu berarti indikator pertama adalah seberapa besar kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan pokok sesama.

Adapun menebarkan salam memiliki pengertian bahwa kehadiran seorang muslim mampu menghadirkan kedamaian dan keamanan terhadap sesama. “Wukuf diharapkan mampu menghadirkan eksistensi kita di tengah masyarakat. Kepedulian sosial dan memberikan jaminan rasa aman bagi kita semua,” katanya.

Kepedulian sosial dan memberikan jaminan keamanan tidak hanya dilakukan kepada kelompoknya, tapi seluruh manusia, apapun suku, agama, dan rasnya. Sebab, Allah meniupkan ruh ke dalam janin yang ada di rahim. Itu artinya, ada bagian dari Allah dalam diri setiap manusia.

“Islam adalah agama yang sangat menitikberatkan pada kemanusiaan. Dan wukuf adalah medium kita mengenali diri kita sendiri, sehingga bisa mengenali Tuhan SWT,” kata Amirul Hajj.

Hal yang sama juga disampaikan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam sambutan wukufnya. Menurutnya, dalam khutbah wukuf haji wada 1430 tahun lalu, Rasulullah bersabda, bahwa darah, harta, dan harga diri manusia terlindungi. Semua itu sama mulianya dengan hari ini, bulan ini, dan negara ini.

“Pidato ini menegaslan Islam sebagai agama persamaan, mengajarkan prinsip equil antarmanusia. Ini adalah khutbah humanisme, melewati batas-batas kesukuan dan sebagai penguatan bahwa Islam adalah agama persamaan,” katanya. (*/Dry)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here