Melihat Musibah, Bertahmidlah!

Ilustrasi dzikir. Foto: Istimewa

Oleh: Herry M Joesoef

Indonesiainside.id, Jakarta – Tidak ada manusia yang bebas dari ujian. Untuk naik peringkat, seseorang mesti melalui ujian. Naik kelas dengan ujian; mendapatkan SIM juga dengan ujian. Begitu pula dengan
kehidupan ini. Semua manusia, sesuai dengan kadar masing-masing, akan diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pemilik.

Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberi arahan ketika seseorang melihat saudaranya mendapat ujian. Dinarasikan oleh Umar Ibnu Khaththab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang melihat orang yang sedang ditimpa ujian lalu ia mengucapkan: Alhamdulillah alladzi ‘afani mimma ibtalaka bihi wa faddhalani ‘ala kastirini mimman khalaqa tafdhilan (Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa yang ditimpakan kepadamu dan telah memberikanku karunia di atas kebanyakan dari makhluk-Nya), maka ia akan diselamatkan dari ujian tersebut selama ia hidup.” (HR Imam ath-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Apa makna dari doa tersebut? Setidaknya ada dua. Pertama, mensyukuri nikmat Allah Ta’ala karena kita dihindarkan dari musibah tersebut. Tatkala cobaan berupa sakit, ditinggal wafat orang-orang tercinta, kesulitan finansial, maka semuanya hendaklah kita kembalikan kepada Ilahi Robbi. Jika itu yang kita lakukan, maka nikmat Allah akan kita rasakan. Sebaliknya, jika kita melakukan hal sebaliknya, nikmat Allah akan menjauh. Dengan tahmid tersebut kita menerima dan ridha atas apa yang telah Allah berikan dalam hidup ini.

Kedua, sebagaimana makna doa tersebut, untuk menjaga diri dari ujian dan cobaan. Tetapi, perlu diingat, bahwa ketika membaca doa tersebut hendaknya dengan suara yang lirih, tidak terdengar mereka yang sedang mengalami musibah. Hal ini perlu diperhatikan, karena mereka yang tertimpa musibah itu umumnya sensitif perasaannya. Menjaga agar mereka tidak tersinggung. Maka, ketika mendengar atau melihat sebuah musibah, bacalah doa tersebut, agar kita terhindar dari musibah serupa, seumur hidup. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here