Ceramah UAS di UII (2): Kita Diberi Akal untuk Mengenal Tuhan

Oleh: Muhajir

Indonesiainside.id, Jakarta – Dai kondang Ustadz Abdul Somad menjelaskan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perspektif Islam saat mengisi ceramah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Ahad (13/10).

Dia menjelaskan apa itu ilmu pengetahuan dalam Islam. Dalam bahasa Inggris adalah knowledge. Mengetahui pengetahuan tentang seseorang atau sesuatu benda sesuai dengan fakta dan kenyataan.

“Maka pengetahuan kita tentang seseorang, tentang benda, kota, itu disebut knowledge,” katanya. Berikut ceramah UAS di UII Yogyakarta:

Allah SWT memberi kita akal. Lalu akal ini mencerna dua, yakni yang Ayat Tersurat (Al-Quran dan As-Sunnah) dan Ayat Tersirat (Ayat Kauniyah).

Ayat tersurat itu antara lain Ilmu Aqidah, Tafsir, Tasawuf, Akhlak. Sementara, ayat tersirat meliputi astronomi, geogolgi, dan fisika. Makanya kita sering dengar yang namanya ayat Kauniyah. Tersirat atau tidak nampak.

Disebutkan dalam ayat Alquran:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali Imran 190).

Yang bisa menangkap bulan bumi matahari sebagai ilmu hanyalah orang yang al bab, berakal. Kalau akal itu dipakai untuk mencerna ilmu Alquran dan hadis maka keluarlah ilmu akidah. Itu adalah proses pertemuan antara ayat dan akal.

Dari akal tadi mencerna ayat maka keluarlah tafsir. Ketika akal mencerna ayat maka keluarlah tasawuf atau menghaluskan budi pekerti atau tazkiyatun nufus.

Ketika ayat dikaji akal tentang yang tersirat tentang langit (Kauniyah), maka muncullah astronomi, geologi, matematika. Muncullah bermacam macam ilmu pengetahuan ketika akal dipakai.

Mudah-mudahan kita termasuk umat yang memakai akal. Karena ada juga orang yang tidak pernah memakai akalnya. Makanya ada satu neraka di akhirat, khusus orang yang tidak pernah memakai akal, namanya neraka Saiir.

(9) وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”. (Al Mulk ayat 9)

Jadi orang masuk neraka itu bukan hanya karena tidak shalat, tidak puasa, tapi juga tidak memakai akalnya.

Ketika akal dipakai untuk merenungi langit, maka muncul astronomi, bukan astrologi. Karena sekarang anak-anak muda lebih banyak suka astrologi; bila bintang Anda taurus, jangan dekati pisces’. Dalam Islam itu tidak boleh.
Orang yang suka astrologi adalah pembohong, walaupun ternyata ramalannya betul”.

Kemudian geologi, bumi. Jadi kalau dipakai akal ini untuk memikirkan bumi maka keluar ilmu geologi. Kemudian metodologi, sampai fisika (perputaran langit dan bumi). Itu semua adalah la-aayaat (ayat ayat/tanda tanda). Tapi yang bisa menangkap semua itu adalah ulul albab. Apa ciri ulul albab?

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Ali Imran 191).

(Ulul albab adalah) cerdas spiritual (yazkurunallah), saat berdiri pun dia cerdas (qiyaman), saat duduk pun cerdas (wa quudan). Apa makna berdiri dan duduk cerdas? Waktu kerja pun peduli agama, setelah pensiun pun peduli agama. Wa ala junubihim, (saat berbaring pun dia cerdas). Karena posisi manusia ini hanya tiga (berdiri, duduk, dan berbaring).

Jadi ulul albab adalah cerdas spiritual dan intelektual. Setelah cerdas intelektual dan spiritual maka akan keluar dari mulutnya:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau.”

Sekarang orang banyak yang tidak bertuhan. Puncaknya adalah dia akan berperilaku sesuai orang yang bertuhan. Lalu di akhir ayat di atas:
فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Ada seorang filsuf muslim, Ibnu Tufail, menulis novel semi fiktif:

Ada seorang anak lahir di tengah hutan, ibunya mati dibesarkan oleh gorilla, tidak bertuhan. Tapi kemudian dia berpikir menggunakan akalnya dari mana aku datang? Tiba-tiba gorilla itu mati.

Sebetulnya novel fiktif ini ingin bercerita tanpa datang rasul pun, tanpa datang nabi pun, orang kalau menggunakan akal dia bisa bertuhan. Hanya saja pengetahuannya tentang tuhan tidak sempurna, makanya banyak pemikir itu bertuhan tapi tidak beragama. Karena kata dia agama terlalu sempit. Tapi dia tahu Tuhan, tapi tidak kenal Tuhan secara jelas.

Karena akal tidak menjelaskan siapa Tuhan. Tapi yang menjelaskan siapa Tuhan adalah Nabi Muhammad SAW. Karena dia menerima wahyu.

Ibnu Tufail ingin menjelaskan, kesempurnaan agama dibawa nabi Muhammad secara detil. Tapi sebelum nabi datang.

Ada juga tanya jawab seorang murid dan guru.
Murid: Bu, bagaimana proses penciptaan manusia dalam Alquran?
Guru: Jangan bawa-bawa agama, kita sedang belajar biologi.

Padahal kalau dia mau menggunakan akalmya sedikit saja. Allah sudah ceritakan dalam surat Al-Mukminum ayat 12-14
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari saripati tanah.”
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).”

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia

Saya pernah dipanel mengkaji ayat ini. Kami ada dua orang. Bedanya satu lagi adalah spesialis ahli kandungan. Dokter ini pernah seminar dan menunjukkan ayat ini.

Saya bangga dengan dokter yang hafal Alquran. Karena dokter penghafal Alquran yang bisa berbicara dengan ayat ini. Islam nanti akan lebih menarik jika yang berbicara adalah orang ahli dalam ilmunya.

Dari mana Rasul mengetahui semua itu? Itu karena wahyu. Maka kalau diintegrasikan dengan ilmu pengetahuan dengan Alquran, maka akan keluar dari mulutnya: “Maa Khalaqta hadza baathila.”
(Aza)

Berita terkait

Ustaz Abdul Somad: RUU HIP Kerdilkan Pancasila

Indonesiainside.id, Jakarta -  Dai kondang Ustaz Abdul Somad menilai RUU Haluan Ideologi Pancasila hanya akan mengerdilkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Ia tak ingin...

Kocak, Hotman Paris Kenalkan Tipe Buaya ke UAS

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengacara kondang memperkenalkan empat jenis buaya darat kepada dari kondang Ustaz Abdul Somad (UAS). Hal itu diungkapkan melalui dialog virtual melalui...

Hotman Paris Blak-blakan pada UAS Mengapa Rutin Bangun Subuh

Indonesiainside.id, Jakarta – Siapa yang tak kenal dengan pengacara kondang Hotman Paris? Pria asal Sumatera Utara kerap mengunggah kegiatannya saat Subuh. Dia biasanya menghabiskan...

UAS: Islam Selalu Relevan dengan Sesuatu yang Sifatnya Baru

Indonesiainside.id, Jakarta - Islam dengan segala ajarannya terus relevan dengan situasi zaman dan peradaban, termasuk dengan situasi kenormalan baru (new normal) yang saat ini...

Ustaz Abdul Somad Ungkap Sosok di Balik Kesuksesannya

Indonesiainside.id, Jakarta - Ustaz Abdul Somad (UAS) bercerita mengenai sosok ibu yang selalu memotivasi bagi dirinya. Meski sebagai ibu rumah tangga, bagi UAS, ibu...

UAS Ajak Masyarakat Dukung Program Dakwah Pedalaman

Indonesiainside.id, Jakarta - Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program dakwah di pedalaman. Menurut dia, saat ini dakwah di...

Debat ‘Aisyah’ antara Kaum Tua Vs Milenial, UAS: Semua Karena Cinta

Indonesiainside.id, Jakarta - Lagu 'Aisyah Istri Rasulullah' yang dilantunkan Syakir Daulay merajai trending YouTube Indonesia. Syair yang telah dibeli lisensinya oleh Syakir itu mengundang...

Tak Shalat Jumat Tiga Kali Apakah Kafir? Begini Penjelasan UAS

Indonesiainside.id, Jakarta –Warga di media sosial sibuk memperdebatkan tentang bagaimana nasib seorang Muslim yang tidak Shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut karena virus corona...

Berita terkini

Bermodal Buah Mangga yang Dipetik dari Tetangganya, Pria Bejat Ini Cabuli Bocah SD

Indonesiainside.id, Mataram - Pelecehan anak kembali terjadi. Kali ini di Lombok Timur, dan pelakunya tak lain orang dekat korban yaitu tetangganya sendiri. Korban berusia delapan...
ads3 mekarsari

Dua Pencari Kerja di Batam Positif Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta--Dua warga Jawa Timur dan Riau yang datang ke Kota Batam untuk mencari kerja, dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap tenggorokan. Ketua Gugus...

Hati-Hati saat Transaksi, di Bogor Ditemukan Komplotan Pengedar Uang Palsu Pecahan Rp100.000

Indonesiainside.id, Cibinong - Sebelum tertipu, warga khususnya di area Bogor, patut memeriksa uang dalam setiap transaksi. Jika memang dicurigai ada yang bertransaksi dengan uang...

Kenapa Daster dan Sarung Banyak Diburu Selama Penerapan PSBB?

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan inovasi dan adaptasi menjadi salah satu kunci usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa...

Berita utama

Data Bocor, Masih Amankah Bertransaksi di Tokopedia?

Indonesiainsie.id, Jakarta - Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai bahwa Tokopedia masih memiliki jaringan yang cukup aman untuk para penggunanya dalam melakukan...

Tommy Restui Kader Partai untuk Menjewer Anggota yang Ingin Munaslub

Indonesiainside.id, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), memberikan restu kepada DPP dan DPW Partai Berkarya untuk melaksanakan Musyawarah...

Partai Berkarya Siap Berkompetisi di Pilkada 2020

Indonesiainside.id, Jakarta - Partai Berkarya siap berkompetisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 Desember mendatang. Persiapan menghadapi perhelatan politik lokal itu disampaikan dalam rapat...

Rekor Tertinggi: Gugus Tugas Laporkan 1.853 Kasus Baru Covid-19, Total 68.079 Orang Positif

Indonesiainside.id, Jakarta - Kasus pertambahan Covid-19 kembali mencatat rekor. Hari ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan kasus baru di Tanah Air mencapai 1.853...

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here