Moeldoko dan Tuhan Tidak Perlu Dibela?

Moeldoko memberikan kuliah Umum di Salemba. Foto: Okezone

Indonesiainside.id, Jakarta – Dalam sebuah kuliah Umum di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (17/10), Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, menyatakan bahwa Tuhan tidak perlu dibela. “Mengapa harus ada Front Pembela Islam? Apa yang Dibela? Memangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain? Apalagi itu dibela. Tuhan kok Dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan,” kata Moeldoko yang mendapat sambutan berupa tepuk tangan yang meriah.

Moeldoko, sesuai dengan KTP-nya, adalah seorang Muslim. Karena ia seorang Muslim, mari kita ikuti alur pikir seorang Muslim dalam menjalani hidup ini, dimana pun ia berada. Karena Al-Quran adalah pegangan hidup, sudah tentu kita rujuk kitab suci tersebut.

Di dalam komunitas umat Islam, ada dua jenis manusia: Mukmin dan Munafik. Mukmin adalah mereka yang berjalan di jalan Allah; sedangkan Munafik adalah mereka yang berjalan menyimpang dari jalan Allah dan Nabi-Nya. Kaum Munafik itu selalu menganggap mudah, dan membolehkan sesuatu yang bertentangan dengan syariat. Orang-orang Munafik itu dhohirnya Muslim, batinnya mengingkari keimanan yang mestinya ia pegang teguh. Al-Quran dengan tegas mengisahkan kaum Munafik itu. “Orang Munafik lelaki dan orang Munafik perempuan, satu sama lain saling memerintahkan yang munkar dan mencegah yang makruf. (QS. at-Taubah: 67)

Lalu, benarkah Tuhan perlu dibela? “Sungguh Allah akan menolong orang yang membela-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. al-Hajj: 40)

Di dalam ayat yang lain, Allah berfirman, “Hai orang-orang Mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian.” (QS. Muhammad: 7)

Jadi, secara logika, Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Nabi-Nya, perlu dibela, agar Allah memberikan pembelaan kepada mereka. Orang-orang Mukmin dekat dan mendekat kepada Allah; Allah pun mendekat kepada mereka. Allah dibela oleh orang-orang Mukmin, Allah pun akan membela mereka. Sebaliknya, jika umat Mukmin acuh, Allah pun akan menjauh dari mereka.

Dalam sejarah awal Islam, ada sebuah kisah, sebagaimana dinarasikan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, “Bahwa ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akibat perbuatannya, wanita tersebut dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki. Mendengar hal tersebut, Rasulullah mendiamkannya. (artinya, Baginda Rasul menghalalkan darahnya).” (HR.Imam Abu Dawud)

Adapun Front Pembela Islam yang disinggung-singgung oleh Moeldoko tersebut, bukan hanya melakukan amar ma’ruf nahyi munkar, tetapi mereka juga selalu hadir ketika ada musibah. Seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir badang, dan sebagainya. Ketika hadir di berbagai musibah itu, mereka menolong siapa saja yang perlu ditolong, tidak terbatas hanya pada umat Islam saja. Misi mereka adalah murni kemanusiaan. Moeldoko perlu datang ke Markas Front Pembela Islam di Petamburan, Jakarta Pusat, dan melihat-lihat arsip-arsip tentang bantuan kemanusiaan yang pernah mereka lakukan. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here