Istighfar dan Jaminan Surga

Dzikir
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Tidak ada manusia yang bebas dari salah dan dosa. Karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakan shalat 5 waktu dalam sehari. Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa yang terjadi di antara dua shalat, kecuali dosa syirik.

Shalat adalah saatnya seorang hamba menghadap pada Rabb-nya. Tertib melaksanakan tahapan-tahapannya dan fokus hanya menghadap pada-Nya. Tapi, di situlah masalahnya. Setan tidak akan rela melihat seseorang khusyuk dalam shalatnya. Berbagai cara dilakukan untuk membuat orang-orang yang shalat tidak bisa khusyuk.

Beberapa saat usai takbir tanda dimulainya shalat, setan menghampiri dan menggodanya. Tatkala shalat, pandangan ke tempat sujud, bibir membaca bacaan-bacaan shalat, fokus pada Ilahi Robbi. Pertayaannya, seberapa lama ia mampu fokus dan khusyuk? Terkadang, ketika padangangan kita ke tempat sujud, bibir memcaca doa-doa bacaan shalat, fikiran ada di mana-mana. Semuanya sifatnya duniawi. Itulah kesuksesan setan dalam menggoda manusia yang sedang menghadap Rabbnya.

Dalam hal shalat yang tidak sepenuhnya khusyuk, masih ada jalan keluarnya. Yakni, menjalankan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dengan membaca istghfar usai melaksanakan shalat. Sahabat Tsauban memberi kesaksian, “Jika Rasulullah usai melaksanakan shalat, maka beliau beristighfar tiga kali lalu berdoa, ‘Ya Allah, Engkau adalah As-Salam, dari-Mu keselamatan, dan Engkau memiliki keberkahan wahai yang Maha Agung dan Mulia’.” (HR. Imam Muslim, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Adapun bacaan istighfar tersebut adalah “Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah”. Membaca istighfar usai shalat ibarat permintaan maaf kepada Alla Ta’ala guna mencapai kesempurnaan shalat yang telah dilaksanakan.

Dengan istighfar, dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Selain diampuni, orang-orang yang menjadikan istighfar sebagai dzikir-dzikirnya, akan dijamin masuk surga. Dalam surah Ali Imran ayat 135-136, Allah Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan suatu perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri, mereka ingat akan Allah Ta’ala, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah Ta’ala ? Dan mereka tidak melanjutkan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai. Sedang mereka kekal didalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”

Mereka yang selalu beristighfar itu akan mendapat ampunan Ilahi, dan mereka yang mendapatkan ampunan, bersih dari dosa-dosa. Mereka yang bersih dari dosa inilah yang akan mendapat Rahmat-Nya yang akan mengantarkannya menuju surga-Nya. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here