Tujuh Amal Jariyah Yang Pahalanya Terus Mengalir

Tujuh amal jariyah
Tujuh amal jariyah. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketika seseorang meninggal dunia, semua amalannya terputus, kecuali tiga hal. Yakni, sebagaimana dinarasikan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika manusia wafat, terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak shalih yang selalu mendoakan oragtuanya.” (HR. Imam Muslim)

Ilmu yang diwariskan dan bermanfaat serta doa anak-anak shalih pada kedua orangtuanya, akan menjadi amalan yang dicatat pasca kematian. Adapun amal jariyah ini terkhusus untuk amalan mereka yang sudah wafat, tetapi pahalanya terus mengalir. Dalam sebuah hadits yang juga dinarasikan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya yang didapat oleh orang-orang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah kematiannya adalah:

  1. Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan;
  2. Amal shalih yang ia tinggalkan;
  3. Mushaf Al-Quran yang ia wariskan;
  4. Masjid yang ia bangun;
  5. Rumah bagi Ibnu sabil (musafir yang dalam perjalanan) yang ia bangun;
  6. Sungai yang ia alirkan; dan
  7. Sedekah yang ia keluarkan dari hartanya ketika masih sehat dan hidup di dunia. Tujuh jenis amal jariyah ini dikaitkan dengannya setelah ia wafat. (HR. Imam Inu Majah dan Al-Baihaqi)

Oleh sebab itu, sebagai bekal kehidupan di akhirat nanti, perhatikan 7 hal tersebut diatas. Lakukan semampu yang kita bisa, dan laksanakan secara ikhlas tanpa batas. Jadi, praktikkan petunjuk Nabi tentang 7 hal tersebut, dan lakukan tan menyebut-nyebut kebiakan yang pernah kita lakukan, juga tidak menyebarluaskan kebaikan yang pernah kita lakukan kepada seseorang atau sekelompok orang.

Jenis amal-amal seperti inilah yang tak lekang oleh waktu, meskipun si empunya amal telah lama meninggal dunia. Sepanjang amalannya tersebut bermanfaat untuk makhluk, sepanjang itu pula pahala amalnya akan terus mengalir. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here