Mau Masuk Surga? Lurus dan Rapatkan Shaf

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Shalat adalah tiang agama. Jika shalat ditinggalkan, maka tiang-tiang itu akan keropos, umat pun akan terpuruk, baik secara individu maupun secara komunitas. Oleh sebab itu, sempurnakan shalat dengan berjamaah bagi laki-laki, di masjid-masjid Allah. Kesempurnaan shalat itu, menurut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, adalah dengan cara meluruskan dan merapatkan shaf.

Coba kita tengok tentara ketika melakukan baris-berbaris. Lurus dan rapat, satu kesatuan dalam gerak dan langkah. Di situ ada kedisplinan dan kesetiakawanan yang tinggi. Di seluruh dunia, tentara adalah organisasi yang paling disiplin dan solid. Bisa dibayangkan, jika angkatan bersenjata di suatu negeri tidak kompak, bagaimana mereka akan menghadapi musuh?

Begitu pula dengan umat Islam. Meluruskan dan merapatkan shaf adalah simbolisasi dari persatuan dan kesatuan dalam menghadapi apa pun yang terjadi terhadap umat ini. Dilatih di dalam masjid, sehari 5 kali, dengan disiplin yang tinggi, akan membuahkan soliditas yang tinggi pula. Jika umat sudah solid, maka apa pun kepentingan eksternal yang akan memporak-porandakan soliditas umat, tidak akan berhasil. Jika meluruskan dan merapatkan shaf saja tidak bisa, jangan berharap satu sama lain akan saling mencinta dan menebarkan salam.

Sahabat Ibnu Umar menarsikan hadits yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Luruskanlah shaf, rapatkan antara bahu dan bahu, isilah sela-sela yang kosong dan lenturkanlah dengan tangan-tangan saudara kamu, janganlah kamu meninggalkan tempat kosong untuk setan, barangsiapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutuskan shaf, maka Allah akan memutuskannya.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan an-Nasa’i)

Tentang pentingnya shaf ini, Ibunda Aisyah Radhiyallahu Anha menarasikan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang menyambung shaf dan orang yang mengisi celah yang kosong,dan Allah akan meninggikan derajat orang yang meluruskan shaf.”(HR. Imam Ahmad)

Orang yang bershalawat akan mendapat kemudahan, bagaimana jika yang bershalawat itu Allah Ta’ala dan para malaikat-Nya? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Lalu, mintalah kepada Allah wasilah untukku karena wasilah adalah sebuat tempat di surga yang tidak akan dikaruniakan, melainkan kepada salah satu hamba Allah. Dan, aku berharap bahwa akulah hamba tersebut. Barang siapa memohon untukku wasilah, maka ia akan meraih syafaat.” (HR Muslim).

Dengan bershalawat kita kan mendapatkan safaat, apalagi yang bershalawat adalah Allah dan para malaikat-Nya yang pahalanya diberikan kepada seseorang yang dengan ikhlas dan penuh kesadaran merapakan shaf dalam shalat-shalat berjamaahnya. Pahala shalawat itu akan meringankan langkah seseorang menuju Surga-Nya. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here