Dua Belas Amal Jariyah Yang Pahalanya Terus Mengalir

Indonesiainside.id, Jakarta – Jika seseorang wafat, maka semuanya terhenti, kecuali 3, yakni, amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang selalu didoakan oleh orangtuanya. Para ulama berpendapat, bahwa seseorang yang baru saja wafat, maka yang pertama kali diperlihatkan kepada si mayit adalah amalan sedekah. Belum lagi nanti di Hari Akhir, ketika tiada lagi nauangan, amalan sedekah inilah yang akan menaunginya dan juga memberinya sinar dari kegelapan.

Jika kita masih diberi umur, maka berlombalah untuk selalu memberi amal jariyah, sebagai bekal menghadap-Nya. Lalu, bagaimana jika sudah wafat? Peluang itu tetap ada, sebagaimana hadits yang dinarasikan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

“Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Imam Bukhari: 2756)

Adapun harta yang disedekahkan itu bisa dari harta si mayit maupun harta dari keluarga (suami/istri. Anak-anak, saudara, orangtua). Sedekah bagi si mayit adalah sesuatu yang diutamakan. Mengapa? Dalam Al-Quran surah Al-Munafiqun ayat 10, Allah menginformasikan, “Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, niscaya aku dapat bersedekah.” Mengapa para mayit minta dikembalikan ke dunia, lalu bersedekah? Mereka minta dikembalikan ke dunia bukan untuk melaksanakan puasa, haji/umroh, maupun shalat? Karena mereka tahu betapa besar nilai pahala sedekah itu, ketika mereka sudah wafat.

Karena itu, Imam Ahmad bin Hambal, seorang ulama salaf, pernah mengingatkan kita, “Jika ada peluang untuk mengerjakan kebaikan, lekaslah engkau kerjakan kebaikan itu, sebelum datang sang pemisah, antara dirimu dengan kebaikan itu.”

Lalu, apa saja sedekah yang masuk dalam kategori amal jariyah tersebut? Ada dua belas, yakni: 1) mengajarkan ilmu; 2) membuat irigasi/mengalirkan aliran sungai; 3) membuat sumur; 4) menanam pohon kura; 5) membangun masjid; 6) mewariskan mushaf Al-Qur’an; 7) mendidik anak menjadi shalih; 8) membangun rumah untuk ibnu sabil; 9) bersiaga di jalan Allah; 10) menggali kubur untuk seorang muslim; 11) menjadi pelopor kebaikan; dan 12)mewakafkan harta miliknya untuk kepentingan umum.

Siapa pun Anda, jika punya niat yang kuat, akan bisa dan mampu melaksanakan salah satu dari 12 amal jariyah itu. Syukur juga jika mampu melaksanakan ke-12 amal jariyah tersebut. Karena amal jariyah tersbut akan mengantarkan pemiliknya menuju surga-Nya. (HMJ)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here