Tabayun: Gus Muwafiq Minta Maaf

Gus Muwafiq
Penceramah Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq meminta maaf lewat video yang disebarkan di media sosial. Foto: Azhar/ Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Penceramah Ahmad Muwafiq atau akrab disapa Gus Muwafiq meminta maaf atas salah satu konten ceramahnya di Purwodadi mengenai pribadi Rasulullah SAW di masa kecilnya. Dia juga berterima kasih karena sudah diingatkan mengenai ceramahnya yang dianggap menyinggung.

Dalam sebuah video yang diunggah dan ramai dibagikan di media sosial Twitter dan Facebook, Gus Muwafiq mengakui tidak sedikit pun bermaksud menghina Nabi Muhammad SAW. Namun, dia tetap meminta maaf atas potongan videonya yang beredar tentang Rasulullah SAW.

“Untuk seluruh kaum muslimin di Indonesia, apabila kalimat ini dianggap terlalu lancang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, tidak ada maksud menghina. Mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah, dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tetapi beberapa orang menganggap ini kalimat yang cukup berat. Pada seluruh kaum muslimin saya mohon maaf,” kata Gus Muwafiq dalam videonya sekaligus sebagai tabayun kepada umat Islam.

Video permintaan maaf Muwafiq diunggah juga akun Twitter PBNU @nahdlatululama. Akun PBNU ini di retwit banyak tokoh termasuk mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Tabayun: Gus Muwaffiq @GusMuwafiq Tidak ada sedikit pun niat untuk menghina Nabi SAW. Dalam kesempatan ini pula Gus Muwaffiq menyampaikan permohonan maaf. Mari terus saling mengingatkan dalam kebaikan dengan lapang jiwa dan tenang. Semoga Allah SWT menurunkan hikmahnya,” demikian tertulis di akun Twitter @nahdlatululama, Senin (2/12).

Di awal video tanayunnya, Gus Muwafiq mengaku senang karena sudah diingatkan oleh kaum muslimin atas kejadian tersebut. Dia sendiri mengaku sangat mencintai Rasulullah SAW.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ahmad Muwafiq dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum muslimin dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta sama Rasulullah, saya sangat mencintai Rasulullah, siapa kaum muslimin yang tidak ingin Rasululah?” katanya.

Meski begitu, dia mengakui bahasa dalam ceramahnya di Purwodadi adalah kalimat sederhana untuk menjawab pertanyaan kaum milenial yang tak begitu mudah langsung percaya pada kondisi-kondisi tertentu yang dialami Rasulullah.

“Saya sampaikan kemarin kalimat itu di Purwodadi sesungguhnya adalah itulah tantangan kita hari ini. Bahwa milenial hari ini selalu berdiskusi dengan saya. Saya yakin dengan seyakin-yakinnya nur Muhammad itu memancarkan sinar. Akan tetapi generasi sekarang banyak bertanya apakah sinarnya seperti sinar lampu? Dan semakin dijawab semakin tidak ada juntrungnya,” katanya.

Dia juga bersumpah Atas Nama Allah SWT tak ada niat menghina Rasulullah. “Nah sekarang Alhamdulillah saya diingatkan, terima kasih, dan demi Allah tidak ada sedikut pun saya menghina Rasulullah. Saya dari kecil dididik untuk menghargai Rasulullah. Ini bukan masalah keyakinan, ini tantangan, kita sering ditantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan milenial yang kadang kita sendiri sudah nggak tahu jawabannya, karena mereka sudah nggak percaya dengan jawaban-jawaban kita,” katanya. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here