Petuah Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari untuk Memuliakan Rasulullah

Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Foto: NU Online

Indonesiainside.id, Jakarta – Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur mengeluarkan imbauan terkait polemik ceramah Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq soal masa kecil Nabi Muhammad. Menyitir pesan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, pengasuh pondok Sidogiri menekankan agar menjaga kemuliaan Nabi Muhammad, baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan.

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KHA Nawawi Abd Djalil mengutip beberapa petuah Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari dalam kitab “At-Tanbihatul-Wajibat”.

KHA Nawawi juga ingin polemik Ceramah Muwafiq menjaga persatuan di kalangan umat Islam. Ada tiga pesan yang dipaparkan Kyai Hasyim.

Pertama, wajibnya menghormati, memuliakan dan mengagungkan Nabi Muhammad di saat menyebut kelahiran, menyebut Hadis serta nama Nabi Muhammad. Kedua, haramnya menggunakan kata yang ditetapkan untuk dimuliakan bukan di tempat memuliakan.

“Dan bahwa hal itu lebih dekat dengan pelecehan dan penghinaan,” kata Kiai Nawawi dalam pernyataan yang diterima Indonesiainside.id, Jumat (6/12).

Ketiga, ijmak ulama mengenai hukuman mati untuk orang yang melecehkan dan menyakiti (menghina) Nabi. Dengan merenungkan hal tersebut, kata Kiai Nawawi, maka akan menjadi jelas bahwa perendahan terhadap Nabi Muhammad merupakan suatu yang sangat buruk dan tercela.

“Serta memiliki konsekwensi hukuman yang sangat berat. Jika kau menyadari hal tersebut, maka kembalilah dan bertobatlah kepada Allah dari keburukan yang akan membuatmu celaka di dunia dan akhirat,” katanya.

Dengan pertimbangan di atas, Pondok Pesantren Sidogiri menegaskan pernyataan sebagai berikut:

1. Menyesalkan dan mengecam pernyataan-pernyataan Saudara Muwafiq dalam ceramah dimaksud, karena tidak menjaga adab dan terkesan merendahkan pribadi Rasulullah.

2. Meminta Saudara Muwafiq untuk segera menarik ucapan-ucapannya tersebut serta mentaubatinya.

3. Mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah, tidak melakukan pembelaan kepada siapapun yang merendahkan martabat beliau, dengan senantiasa berpegangteguh pada ajaran Ahlusunah wal-Jamaah serta tidak fanatik buta dalam membela maupun membenci figur tertentu.

4. Mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga persatuan umat, kepatuhan terhadap hukum agama dan negara, serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan, dengan tanpa mengurangi ketegasan dalam menolak segala penyimpangan dan penodaan. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here