Bersedekah dari Kerabat Dekat

Ilustrasi sedekah. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Akhir-akhir banyak beredar seminar motivasi tentang kekuatan dan keajaiban sedekah. Di akhir acara, si pembicara meminta kepada para peserta atau jamaah untuk bersedekah pada proyek-proyek yang sedang ia kerjakan. Semua proyek yang dikerjakan, katanya, ada kaitannya dengan proyek-proyek akhirat, seperti membangun gedung-gedung untuk mencetak para calon penghafal Al-Qur’an dan seterusnya.

Membangun pesantren, sekolah, dan mendidik calon penghafal Al-Qur’an itu mulia. Begitu pula dengan sedekah, dalam keadaan miskin pun kita tetap dianjurkan untuk bersedekah. Tetapi persoalannya, dalam bersedekah itu ada metodologinya.

Mari kita ikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang sedekah. Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 177 Allah berfirman, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat  itu suatu kebajikan, akan tetapi kebajikan itu beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya  kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin.”

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah memberi nasihat ketika isteri Ibnu Mas’ud hendak menyedekahkan perhiasannya. “Suami dan anakmu adalah orang-orang yang paling berhak mendapatkan sedekahmu.” (HR. Imam Bukhari)

Begitu pula, ketika sahabat Abu Thalhah hendak menyedekahkan sebidang kebun di Bairuha yang terkenal dengan kesuburannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyarankan, “Sungguh itu adalah harta yang sangat menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang engkau katakan terhadap kebun itu. Aku berpendapat, sebaiknya engkau memberikan kepada kaum kerabatmu.” Abu Thalhah pun menjawab, “Aku akan melakukannya, wahai Rasulullah.” Lalu, Abu Thalhah membagi-bagikan kebun tersebut kepada kaum kerabat dan keponakan-keponakannya.” (HR. Imam Bukhari)

Memberikan sedekah kepada keluarga terdekat mendapat pahala ganda: pahala sedekah dan pahala silaturahim. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat, maka ada dua kebaikan: sedekah dan silaturrahim.” (HR. Imam Ahmad)

Meskipun begitu, bukan berarti bersedekah kepada pihak lain, yang tidak ada hubungan kekerabatan, tidak diperbolehkan. Ketika kerabat dekat sudah mendapat bagian, jika masih ada lebihnya, bisa diberikan kepada kerabat jauh atau pihak lain yang memang membutuhkan. Jika urusan dengan kerabat sudah terpenuhi, kita bisa memberi sedekah kepada umat Islam di berbagai daerah, provinsi, bahkan di mancanegara, seperti Palestina, Rohingya, Uighur, dan seterusnya.

Inilah fungsi sosial Islami, memprioritas kepada kerabat dekat, baru yang lain. Dengan demikian, tidak ada lagi pembicaraan, sedekah kepada orang yang jauh, keluarga dekat yang membutuhkan malah tidak mendapat perhatian. Itulah indahnya berbagi. (HMJ)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here