PBNU: Sejarah Peradaban Manusia Jauh Lebih Penting

Robikin Emhas
Wakil Sekjen PBNU, Robikin Emhas. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lebih tertarik pada konten sejarah pembangunan peradaban Islam dimasukkan dalam buku-buku pelajaran pendidikan Islam.

“Lebih bagus lagi kajian sejarah dengan titik tekan sejarah pembangunan peradaban manusia,” kata Ketua Pengurus Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas, Rabu, (11/12).

Menurut dia, bagaimana Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat yang sebelumnya dikenal tidak beradab, menjadi masyarakat yang sangat beradab, jauh lebih penting.

Dia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan mengajarkan toleransi. Tak ada paksaan pada penduduk Madinah untuk memeluk Islam, karena Rosululloh memahami kemajemukan di sana.

Meski tak memaksa, Nabi Muhammad tetap menularkan ajaran Islam dengan perilakunya. Dan terbukti banyak pula penduduk Madinah yang memeluk Agama Islam.

Robikin juga mengingatkan, tak ada hal yang diubah dari Madinah. Malah Nabi Muhammad menjadikan kemajemukan sebagai kekuatan.

“Nabi tidak menanamkan benih kebencian dan permusuhan. Nabi bahkan mengasihi orang yang mencelanya. Peradaban manusia dibangun atas dasar sikap kasih sayang,” tutur dia.

Dengan memperbanyak kisah Rosululloh ini, maka pendidikan Islam di Indonesia bisa menanamkan toleransi dan jiwa menghargai keberagaman pada siswa.

“Melalui pendidikan sejarah hal-hal seperti itu perlu diintrodusir,” kata Robikin. (Aza)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here