Lahir Prematur, Putra Tak Patah Semangat untuk Hafal Alquran

Putra, salah satu jamaah Sehari Bersama Al Quran, bersama Rostini ibunya.Putra tampil di pangung dan melafalkan ayat-ayat Al Quran. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Allah akan memberikan kemudahan menghafal Alquran bagi orang yang bersungguh-sungguh. Demikian disampaikan pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustaz Adi Hidayat (UAH), di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Ahad (15/12).

Pernyataan Ustaz Adi sebenarnya berdasarkan surat Al-Qomar ayar 17, 22, 32, dan 40.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Contoh konkret ayat tersebut sangat mudah ditemukan. Salah satunya seorang pria yang kini berusia 23 tahun, Putra Rusdiansah. Laki-laki yang tinggal di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu bukan sosok biasa, ada kelebihan yang melekat pada dirinya.

Putra lahir dalam keadaan prematur dengan berat badan 1,4 kg. Ibunda Putra, Rostini (59), mengaku sempat putus asa dengan keadaan tersebut. Apalagi ia hanya seorang ibu rumah tangga yang tinggal di tengah kejamnya kota metropolitan.

Putra memang tak seperti laki-laki pada umumnya. Hari-harinya sangat bergantung pada kursi roda. Kemanapun pergi, harus ditemani sang ibu atau orang terdekat.

Namun, dengan semua keterbatasan fisik yang dimiliki Putra, Rostini tetap merasa yakin bahwa Tuhan Maha Adil. Satu hal yang selalu ia tanamkan kepada Putra, jaga salat lima waktu dan pelajari Alquran.

Ia mulai mendidik Putra menjalankan ibadah-ibadah wajib sejak berumur 3 tahun. Mulai tak meninggalkan salat, puasa Senin-Kamis, memberi motivasi untuk menghafal Alquran, dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah anak saya nurut. Sampai sekarang alhamdulillah biasanya tidak pernah bolong-bolong. Sampai sekarang itu puasa Senin-Kamis tidak pernah berhenti juga. Kemana pun pergi pasti puasa Senin-Kamis,” kata Rostini saat ditemui di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Ahad (15/12).

Rostini mengaku disiplin mengajari anaknya membaca Alquran sejak kecil. Kendati tak ada perkembangan siginifikan, ia tetap sabar mengajari dengan semua keterbatasan ilmu yang ia miliki. “Kalau waktunya ngaji, harus mengaji. Kalau waktunya salat, salat,” urainya.

Kesabaran Rostini berbuah manis. Putra semakin cinta dan terus bersemangat menghafal Alquran. Hingga saat usia Putra menginjak 6 tahun, Rostini diminta agar mendatangkan guru khusus untuk membimbing menghafal Alquran.

Bersama guru ngaji baru, Putra kembali dibimbing belajar Alquran dengan metode iqra. “Hampir setahun belajar iqra. Alhamdulillah, setelah itu sudah bisa dan mulai menghafal,” katanya.

Antar-jemput sudah menjadi rutinitas Rostini tiap hari. Hingga lama kelamaan, saat penglihatannya mulai rabun dan tak sanggup berjalan jauh, Rostini meminta guru untuk mengajari Putra di rumahnya. Kabar baiknya, guru Putra menyanggupi.

Kegiatan belajar hingga menghafal Alquran itu berlangsung hingga kini. “Kalau nama-nama gurunya udah aga lupa namanya. Banyak. Ganti-gantian,” ucap dia.

Buah kesabaran Rostini mencarikan guru untuk Putra terus tak sampai di situ. Tahun lalu, 2018, tepatnya di Masjid Istiqlal. Rostini sengaja membawa anaknya untuk menghadiri acara yang diadakan Ustaz Adi Hidayat.

Ia mengaku sangat bahagia bertemu dengan ulama yang yang dikenal hafal Quran sekaligus nomor hingga letak ayat. Di hadapan Ustaz Adi Hidayat, Putra berjanji akan menuntaskan hafalannya.

Pertemuan itu juga mengantarkan Rostini dan Putra berangkat ke tanah suci. Ustaz Adi membiayai semua keberangkatan mereka. “Setengah lalu, pulang umrah pas mau ramadhan itu,” kata dia.

Di depan kakbah, Rostini menyaksikan sendiri semangat Putra menghafal Quran semakin kuat. “Tidak pernah tidur. Dia ngajak terus keliling kakbah, abis itu mengaji lagi. Murojaah lagi,” kata dia.

Rostini sangat bersyukur dan semakin yakin bahwa Allah itu Maha Adil. “Saya sangat senang sekali. Gimana yah, anak seperti ini tapi bisa membanggakan orang tua,” ucapnya lirih menahan tangis.

Apa motivasi Putra untuk menghafal Alquran? “Saya ingin Pulang ke Allah dalam keadaan Khusnul Khatimah,” jawab Putra tegas saat ditanya motivasi utamanya menghafal Alquran. Sebuah jawaban langkah, tak banyak remaja dan mungkin kita memilki motivasi seperti itu.

Tak hanya itu, motivasi kuat lainnya adalah memasangkan mahkota kemuliaan bagi kedua orangnya di akhirat kelak. Ia sempat mengenang ayahnya, Syahruddin, meninggal dua tahun lalu. Putra mengaku sedih, tapi tak membuatnya patah semangat.

“Membawa kedua orang tua saya ke surga-Nya Allah swt,” ucap dia tegas. Tangannya gemetar. Ia kokoh duduk di kursi roda. Terlihat jelas di matanya semangat dan kerinduan yang luar biasa.

Cintanya kepada Quran membuatnya tak mau duduk di bangku sekolah. “Mau fokus hafal Quran,” katanya. Pernyataan itu tak sekedar retorika belaka. Putra menghabiskan hari-harinya dengan menghafal Alquran dan murojaah.

“Waktu paling enak itu, baca Quran, setelah salat Tahajjud dan salat subuh,” kata dia. Tak hanya itu, setelah menunaikan salat Isya, Putra menghabiskan waktunya untuk membaca Alquran. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here