7 Jamaah Haji Malaysia Korban Derek Jatuh tahun 2015 Terima Kompensasi Raja Salman

Dubes Saudi untuk Malaysia, Mahmoud Hussien Saeed Qattan (kanan) menyerahkan konpensasi pada korban Mat Deris Mohd Noor (dua dari kanan) pada upacara penyerahan sumbangan kepada korban dan korban kecelakaan Derek di Mekah pada upacara yang diadakan di Departemen pengembangan Islam Malaysia (Foto Bernama)

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Pembayaran ganti rugi kompensasi untuk jamaah haji yang meninggal dan terluka dalam kecelakaan derek (crane) yang jatuh di Masjid Haram di Makkah pada 2015, membuktikan kekhawatiran Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud terhadap para korban dan penerima manfaat insiden itu, kata  Duta Besar Saudi untuk Malaysia, kata Datuk Dr Mahmoud Hussien Saeed Qattan dikutip Kantor Berita Malaysia, BERNAMA.

Dia mengatakan meskipun perusahaan konstruksi, yang bertanggung jawab untuk meningkatkan Masjid Suci pada saat kejadian, ditemukan tidak bersalah dan tidak harus membayar kompensasi, Raja Salman prihatin dan memutuskan untuk mengeluarkan alokasi dana, dengan imbalan kompensasi kepada para korban dan ahli waris dari insiden tersebut.

Mengingat peristiwa yang terjadi pada 11 September,  Raja Salman  juga memerintahkan agar penyelidikan segera dilakukan untuk mempercepat pengiriman kompensasi kepada mereka yang terlibat.

“Raja Salman juga memantau dengan cermat perkembangan insiden itu dari awal hingga akhir dengan memberikan kompensasi kepada para korban dan penerima manfaat dari masing-masing negara yang terkena dampak.

“Arab Saudi selalu melayani Islam dan rakyatnya sebagai prioritas, dan dua kota suci Makkah dan Madinah adalah pilar penting dalam praktik ziarah,” katanya dalam wawancara khusus dengan Bernama di Kedutaan Besar Saudi hari Selasa.

Mengomentari hal ini, Mahmoud Hussien mengatakan Raja Salman sering bangga dengan gelar wali dari dua kota suci dan menganggap gelar itu sebagai tanggung jawab besar, baik di tingkat Islam domestik dan internasional.

Duta Besar Saudi untuk Malaysia mengatakan hibah itu diberikan melalui pemerintah Malaysia, untuk meringankan beban para korban dan keluarga keluarga yang terkena dampak.

Penerima manfaat dari tujuh korban peziarah Malaysia masing-masing menerima 1 juta riyal (Rp 3,6 miliyar) sementara tiga peziarah terluka dalam insiden itu, masing-masing menerima 500.000 riyal (Rp 1,8 miliyar).

Menyinggung efektivitas manajemen Tabung Haji (TH) untuk jamaah Malaysia, Mahmoud Hussien mengatakan TH selalu menjadi patokan negara-negara Islam lainnya, dalam pengelolaan jamaah haji.

“Saya tahu bahwa ada beberapa negara Muslim yang terkait dengan Malaysia, untuk belajar tentang keahlian TH dalam menangani hal-hal yang berkaitan dengan haji.

“Ini adalah hal positif … Saya berharap bahwa kerja sama yang sedang berlangsung antara Kedutaan Besar Arab di sini dan TH, akan dipertahankan untuk memberikan layanan terbaik bagi para peziarah,” katanya.

Duta Besar Saudi untuk Malaysia, yang telah bertugas di Malaysia sejak Februari 2017, berharap bahwa TH akan terus berinvestasi dalam investasi dan kegiatan pengembangan ziarah di masa depan.

Mengomentari persiapan pemerintah Saudi untuk haji tahun 1441 haji tahun ini, Mahmoud Hussien mengatakan negaranya sedang bersiap-siap, sehari setelah akhir musim haji tahun lalu.

“Beberapa proyek pembangunan di Mekah dan Madinah telah berhasil diselesaikan, sebelum ziarah tahun ini, untuk memastikan layanan terbaik bagi para peziarah,” katanya. (CK)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here