MUI: Baznas Berperan Ganda, 400 Lembaga Zakat Tidak Optimal

Ilustrasi: zakat. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Potensi zakat di kalangan umat Islam Indonesia diperkirakan mencapai Rp230 triliun. Namun, baru tergarap sebanyak 3,5 persen. Karena itu, harus ada terobosan baru dalam optimalisasi lembaga zakat dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 nanti di Bangka Belitung, akhir Februari 2020.

Wakil Ketua Panitia Pengarah Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-7 Noor Achmad mengakui, lembaga filantropi yang ada di Indonesia belum dapat mengelola potensi dana zakat, infaq dan shadaqah (ZIS). Bahkan, sekitar 400 Lembaga Amil Zakat (LAZ) tidak optimal dalam pencapaian target penghimpunan.

“Nah, dalam kongres nanti bagaimana kita bisa menjadikan LAZ-LAZ di seluruh Indonesia ini menjadi efektif, ini yang tadi dibicarakan,” kata Noor saat ditemui usai melakukan uji sahih materi KUII di kantor MUI, Jakarta, Rabu (5/2).

Dia juga mengkritik keberadaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang melakukan dua fungsi ganda sebagai regulator dan operator. Seharusnya, jelas dia, lembaga zakat pelat merah ini hanya menjadi regulator saja.

“Biar nanti yang operator LAZ-LAZ, sehingga pengumpulan zakat menjadi efektif,” ujarnya.

Dia mengakui, sebenarnya Indonesia dapat menjadi kekuatan filantropi Islam yang besar di dunia dengan potensi penghimpunan zakat yang besar. Karena itu, MUI dalam KUII nanti mengusulkan ke depan ada lembaga filantropi khusus yang ditangani oleh MUI.

“Badan ini diharapkan nanti mendunia, tidak hanya di Indonesia saja, tapi seluruh dunia tahu bagaimana umat Islam Indonesia melakukan urusan yang terkait dengan filantropi,” jelasnya.

Hal ini berdasarkan pertimbangan para ulama yang terus menguji materi sahih yang akan dibicarakan dalam KUII. “Kita cukup kritis dan objektif menilai bagaimana filantropi itu dikembangkan, bagaimana di-tasarrufkan, dan bagaimana filantropi itu bisa berkiprah di dunia internasional,” katanya.

Seperti diketahui, dari potensi zakat sebesar Rp217 triliun pada 2017, Baznas baru mengumpulkan sebesar Rp9 triliun. Dana yang dikumpulkan itu masih jauh dari harapan. Kini, potensi zakat diperkirakan sudah mencapai Rp230 triliun. (Aza)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here